Page 345 - Papua dalam Arus Sejarah Bangsa
P. 345

20 sangat berperan dengan adanya   diperlukan organisasi atau otoritas   Sedikit membahas lebih lanjut soal   Sehubungan dengan hal itu, Drooglever
 Volksraad di tingkat pusat, Dewan Kota,   internasional yang dapat menjadi   Dewan Papua, sebelumnya Pemerintah   (2010:499) berpendapat bahwa telah
 dan Dewan Daerah menjadi cikal bakal   pihak “transisi”, sebelum penentuan   Kolonial telah menjalankan administrasi   terjadi “penyingkiran” terhadap partai-
 dari adanya Dewan Papua itu sendiri.   nasib sendiri dapat dilakukan dari PBB   pemerintahan, pendidikan, dan   partai politik setelah adanya perubahan
 Dilihat dari sudut pandang kolonial,   (Lagerberg 1979:2). Hal ini, kemudian   perekonomian yang tidak jauh   sistem ke Demokrasi Terpimpin, namun
 wacana untuk membentuk dewan   dipandang pula sebagai upaya yang   berbeda, baik antara masa sebelum   PKI luput dari perhitungan sebagai
 tersendiri bagi Papua adalah wacana   mengancam integrasi Papua ke   maupun sesudah kemerdekaan   suatu organisasi ekstraparlementer.
 yang menarik oleh karena kemudian   Indonesia. Terbukti ketika setelahnya,   dan Konferensi Meja Bundar. Di   Dalam meningkatkan kemampuan
 pembentukan dewan mengarah pada   Dewan Papua mengusulkan bendera   bidang pemerintahan, Belanda   militer menjelang “mobilisasi massa”
 kegiatan politik internasional, termasuk   “Bintang Kejora”, lagu “Hai Tanahku   telah menyiapkan anggaran untuk   untuk mendukung Trikoranya, Soekarno
 hingga pembentukan Partai Gerakan   Papua”, dan pemberian nama Papua   administrasi di Papua, berikut dengan   dibantu oleh Soebandrio, yang pada
 Persatuan Nieuw Guinea yang dipimpin   Barat menggantikan Nederlands Nieuw   dibentuknya struktur pemerintahan   akhirnya malah menciptakan jarak
 Nicolaas Jouwe, Marcus Kaisiepo,   Guinea atas dasar Ordonansi Gubernur   seperti gubernur, administrasi umum,   antara Soekarno dengan Nasution
 dan Johan Ariks. Dewan Papua   tanggal 18 November 1961. Tanggal   dewan departemen, dewan penasihat   dari militer. Isu terkait Papua kemudian
 memberikan wadah bagi masyarakat   1 Desember 1961 kemudian disebut   urusan penduduk, peradilan, lalu   masuk ke ranah Perang Dingin setelah
 Papua untuk memiliki kesadaran   sebagai momentum kemerdekaan   kemudian Dewan Papua (Meteray   Soekarno dan Nasution masing-masing
 berpolitik, hanya saja mereka berada   bangsa Papua menjadi suatu Negara   2012:149-150). Di bidang pendidikan,   membawa arah politik luar negeri
 di bawah naungan dan arahan yang                   Indonesia ke pencabangan antara Uni
 sangat kuat dari Pemerintah Kolonial,   Papua Barat, atau sebagaimana   Pendidikan bertujuan untuk mengisi   Soviet dan Amerika Serikat.
 sehingga ketertarikan mereka amatlah   diidentifikasikan Drooglever (2009)   bidang administrasi pemerintahan dan
 besar terhadap kemerdekaan mandiri   sebagai “peristiwa penyegar semangat   sektor ekonomi lainnya, walaupun sama   Sejak memasuki tahun 1958,
 atau self-determination. Hal ini tidak   yang telah memberikan kesadaran baru   seperti wilayah-wilayah jajahan lainnya,   persenjataan dan personel militer
 terlepas pula dari “tenggelamnya”   tentang harga diri”. Namun terdapat   diperlukan waktu yang lebih untuk   dari kedua kekuatan yang bersaing
 mereka dalam konteks besar Negara   pula yang menyatakan bahwa hal ini   mengundang pembiasaan terhadap   dalam Perang Dingin tersebut telah
 Indonesia Timur, atau bahkan Indonesia   justru sebatas rekognisi terkait identitas   “peradaban Barat” (Meteray 2012:152).   masuk ke wilayah Indonesia untuk
 pascakemerdekaan itu sendiri.  diri mereka (a nation without a state)   Terakhir, di bidang ekonomi, tercipta   bersiap dan melatih pasukan di
 (Singh 2008 dan Meteray 2012 dalam   peningkatan aktivitas perekonomian di   Indonesia yang berada di bawah satu
 Semangat kemandirian tersebut   Numberi 2013:157), sehingga Meteray   distrik-distrik berpenduduk padat yang   komando, yaitu Komando Mandala,
 kemudian diperkuat dengan adanya   (2012:236) menyimpulkan gerakan ini   berasal dari ekspor hasil bumi. Hasil   untuk melancarkan suatu tekanan
 “Rencana Luns” yang diajukan oleh   sebagai manifesto pemikiran elit Papua   dari aktivitas ekonomi tersebut adalah   militer demi tercapainya keinginan
 Menteri Luar Negeri Belanda, Joseph   dalam Dewan Nieuw Guinea yang ingin   pendapatan yang dimanfaatkan sebagai   diplomatis. Front Irian Barat dibentuk
 Luns, kepada PBB terkait konsep self-  menegaskan bahwa Papua mampu   anggaran pembangunan infrastruktur   dan dipimpin oleh Sudibyo untuk
 determination tersebut. Menurut Luns,   menentukan nasibnya sendiri.  (Meteray, 2012: 154-155).  menjaring relawan, sementara



                                                                                        32
 3  P PAPUA DALAM ARUS SEJARAH BANGSAAPUA DALAM ARUS SEJARAH BANGSA  P PAPUA DALAM ARUS SEJARAH BANGSAAPUA DALAM ARUS SEJARAH BANGSA  3299
 32828
   340   341   342   343   344   345   346   347   348   349   350