Page 369 - Papua dalam Arus Sejarah Bangsa
P. 369

mengakhiri pertikaian Indonesia dan     dalam kaitan penyelesai Papua adalah
            Belanda di Papua.                       upaya untuk memelihara perdamaian
                                                    (Abdulgani dalam Subandrio 2001:xx–
            Indonesia bersedia menerima             xxii).
            kewajiban, sekaligus bertanggung
            jawab untuk melaksanakan Pepera. Hal    Akhirnya, cara yang dianggap
            ini adalah bentuk kompromistis yang     “unik” ini diterima oleh PBB dengan
            sudah diperhitungkan dalam konteks      perbandingan suara yang ada,
            dukungan Indonesia untuk sebuah         kendati tidak benar-benar mengikuti
            perdamaian. Bukankah memang             anjuran yang ada. Persetujuan New
            sudah menjadi tekad dan sekaligus       York sendiri sesungguhnya unik jika
            tanggung jawab Indonesia untuk turut    dilihat dari beban yang diterima PBB
            menciptakan perdamaian dunia yang       untuk menerima suatu administrasi
            abadi atas dasar Pembukaan UUD          dengan daerah yang begitu luas
            1945? Bagi Indonesia, pelaksanaan       yang hakikatnya adalah “peace
 Suasana Sidang Musyawarah Pepera  Pepera dengan musyawarah sudah   keeping operation” dengan biaya yang
 Sumber: Perpustakaan Nasional RI
            merupakan cara dan metode yang          tidak ditanggungnya. Adapun biaya
            tepat, yaitu dengan tetap memerhatikan   untuk pemeliharaan keamanan dan
 seharusnya permasalahan biaya untuk   adalah negara yang jelas memainkan   nasihat, bantuan, dan partisipasi   perdamaian dibebankan kepada pihak
 mengadakan suatu pemilihan umum   peran penting dan strategis. Di   PBB sepanjang Juli–Agustus 1969.   yang bersengketa yakni Indonesia dan
 tidak menjadi penghambat yang   bawah Presiden John F. Kennedy,   Dalam Sidang Pleno Majelis Umum   Belanda. Berdasarkan persetujuan
 dikaitkan dengan tidak terciptanya asas   Amerika Serikat berkepentingan untuk   PBB tanggal 19 November 1969, telah   yang sama, adalah hak Indonesia pula
 “satu orang satu suara”.  menjaga kemungkinan Perang Dunia   dicatat hasil perbandingan suara   untuk menentukan keputusan akhir dari
 berikutnya yang mungkin saja dapat   antara 84 suara pro dengan 30 suara   Pepera (Soebandrio 2001:123).
 Papua merupakan masalah kolonialisme   meletus setelah Presiden Soekarno   abstain dan 0 suara anti. Memang
 yang “diperpanjang” oleh pihak   mengumandangkan Trikora. Pidato   tampak adanya upaya dari negara-  Pelaksanaan Pepera 1969 inilah
 Belanda yang masih ingin bercokol di   Soekarno menjadi pemicu perang yang   negara seperti Karibia dan Ghana   yang kemudian menjadi isu yang
 sana. Akan tetapi, tampak keraguan   menyeret sekaligus Amerika Serikat   untuk meminta ulang pelaksanaan   diperdebatkan terus-menerus, apalagi
 Belanda jika harus menjalankan   dan Uni Soviet dalam front terbuka di   Pepera agar benar-benar disesuaikan   setelah Reformasi 1998 bergulir. Pada
 perang kolonial yang baru. Masalah   Pasifik Barat Daya, dengan terpecahnya   dengan cara internasional di tahun   prinsipnya, masalah itu muncul karena
 ini kemudian melibatkan banyak pihak   dukungan mereka antara Indonesia   1975, namun kenyataannya 60 suara   pelaksanaan Pepera dianggap tidak
 yang menjadi faktor penentu bagi   dan Belanda. Maka, Persetujuan New   menolak, 15 menyetujui, dan 39   demokratis dan tidak menyuarakan
 penyelesaiannya. Amerika Serikat   York menjadi cara yang tepat untuk   abstain. Apa yang dilakukan Indonesia   aspirasi yang sesungguhnya. Tidak



 35252  PAPUA DALAM ARUS SEJARAH BANGSAAPUA DALAM ARUS SEJARAH BANGSA  PAPUA DALAM ARUS SEJARAH BANGSA 353APUA DALAM ARUS SEJARAH BANGSA 353
 3
                                                             P
 P
   364   365   366   367   368   369   370   371   372   373   374