Page 391 - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Compile 18 Januari 2019
P. 391

Atas                                                                                                        Pada masa
 Renungan Budaya-                                                                                            jabatannya sebagai
 kumpulan pidato                                                                                             Menteri Pendidikan
 Menteri Pendidikan                                                                                          dan Kebudayaan
 dan Kebudayaan                                                                                              Fuad Hassan
 yang diterbitkan                                                                                            memprakarsai
 Balai Pustaka                                                                                               pemugaran Galeri
                                                                                                             Nasional. Proses
 (Sumber: Istimewa)
                                                                                                             pemugaran ini
                                                                                                             selesai pada masa
 Tengah                                                                                                      jabatan Wardiman
                                                                                                             Djojonegoro
 Menteri Pendidikan
 dan Kebudayan                                                                                               (Sumber: Direktorat
 Prof. Dr. Fuad Hassan                                                                                       Sejarah)
 menghadiri acara
 penutupan Kongres
 Bahasa Indonesia
 V di Hotel Kartika
 Chandra, Jakarta,
 3 November 1988
 (Sumber:
 Perpustakaan
 Nasional Republik
 Indonesia)
 Bawah
 Menteri Pendidikan
 dan Kebudayaan,
 Prof. Dr. Fuad Hassan
 meninjau stand PT.   Umum Organisasi Kemahasiswaan (PUOK). Melalui PUOK yang ditetapkan berdasarkan SK Mendikbud
 Gunung Agung pada
 pembukaan Pesta   No. 0457/U/1990 menetapkan bahwa organisasi kemahasiswaan intra-kampus yang diakui adalah Senat
 Buku Anak dan   Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT), yang di dalamnya terdiri dari Senat Mahasiswa Fakultas (SMF)
 Remaja II bertempat
 di Balai Sidang Jakarta,    dan  Unit  Kegiatan  Mahasiswa  (UKM). Kebijakan  tersebut  dikeluarkan  untuk  menanggapi tuntutan
 23 November 1985  mahasiwa agar mahasiswa diberi ruang untuk bergerak dan Dewan Mahasiswa (Dema) dihidupkan
 (Sumber:
 Perpustakaan   kembali. Pemerintah, melalui Menteri P  dan  K, mempersilakan mahasiswa  bergerak  tetapi tidak
 Nasional Republik
 Indonesia)    menggunakan kata Dema karena organisasi tersebut telah dibekukan. Sebagai penggantinya pemerintah
               menawarkan konsep SMPT dengan memposisikan mahasiswa sebagai mitra pimpinan universitas dan
               bukan berdiri sendiri seperti Dema. Dalam aturan ini semua organisasi mahasiswa di perguruan tinggi
               harus memiliki corak yang sama dan satu-satunya yang diakui, yaitu SMPT.

               Perubahan lain yang juga dilaksanakan pada masa kepemimpinan Fuad Hasan adalah penamaan gelar
               kesarjanaan, terutama untuk gelar sarjana strata 1. Ada dua inti perubahan. Pertama, mengakhiri
               penggunaan gelar yang berbau kebelanda-belandaan atau kebarat-baratan dan mengganti gelar yang
               bernuansa Indonesia. Kedua, meyesuaikan penamaan atau penggunaan gelar kesarjanaan dengan kaidah
               bahasa Indonesia yang sekaligus menyebutkan bidang ilmu dalam bahasa Indoensia dari kesarjanaan
               pemegang gelar. Kebijakan ini sekaligus mengakhiri penggunaan gelar doktorandus (Drs.) dan gelar
               doktoranda (Dra.) sebagai bentuk feminim Drs. serta gelar insinyur (Ir). Gelar-gelar ini telah digunakan
               sejak zaman kolonial Belanda untuk berbagai bidang ilmu. Gelar Drs. atau Dra. bisa saja digunakan oleh
               sarjana sejarah, geografi, arkeologi, bahasa atau sastra, politik, sosiologi, filsafat, ushuludin, tarbiyah,
               dan sebagainya. Gelar Ir. juga digunakan oleh sarjana berbagai bidang ilmu, mulai dari teknik, pertanian,
               hingga peternakan. Gelar tersebut diganti dengan menyebutkan sarjana di depan bidang ilmu yang
               disandang berdasarkan kelompok bidang/rumpun ilmu, seperti Sarjana Humaniora, Sarjana Teknik,
               Sarjana Pendidikan, dan Sarjana Pendidikan Islam.

               Walaupun sempat heboh pada masa awal diperkenalkan, secara lambat namun pasti perubahan tersebut
               diterima oleh masyarakat kampus dan umum. Apalagi, sebetulnya, pada masa sebelum perubahan ini
               dilakukan pola penggunaan gelar dengan menyebut sarjana dan bidang ilmu telah dikenal juga, misalnya
               sarjana hukum (S.H.).

               Fuad  Hasan  juga  memperhatikan  masalah  kebudayaan, bahkan  perhatian  itu  hadir sejak  hari-hari
               pertama  ia  menjabat Mendikbud. Perhatian itu diwujudkan dalam penataan  atau  perumusan ulang
               kebijakan kebudayaan yang menjadi tanggung jawab Direktorat Jenderal Kebudayaan. Rumusan
               kebijakan yang mencakup delapan aspek/unsur—yang kemudian dikenal dengan Pokok-pokok




 378  MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 1945-2018  MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 1945-2018  379
   386   387   388   389   390   391   392   393   394   395   396