Page 33 - C:\Users\Restu Dwikelana\Documents\FlipBook\
P. 33

REFERENSI










                 Mursidawati, S. & Irawati. (2017). Biologi Konservasi Rafflesia.

                 Bogor: LIPI Press.
                 Norman. (2020). Gambar bunga anggrek dengan pohon mangga.

                 Diakses dari https://bunganyaindah.blog-
                 spot.com/2020/02/wow-23-gambar-anggrek-dengan-pohon.html. 14

                 Maret 2021, Pk. 20.58.
                 Pranata, S., N. Sofiyanti, & Fitmawati. (2016). Karakterisasi mor-

                 fologi rafflesia di kawasan suaka margasatwa bukit rimbang bukit
                 baling kabupaten Kampar provinsi Riau. Jurnal Riau Biologia, 1(2):

                 107-112.
                 Rahman, F. (2019). "Tumbuhan setelah bencana": perkembangan

                 penelitian botani di hindia belanda sesudah erupsi krakatau tahun
                 1883. Jurnal Sejarah, 2(2): 14-31.

                 Ramadhani, D. N., A. Setiawan, & J. Master. (2017). Populasi dan
                 kondisi lingkungan Rafflesia arnoldii di rhino-camp resort sukaraja

                 atas taman nasional bukit barusan selatan (tnbbs). Jurnal Sylva
                 Lestari, 5 (2): 128-141.

                 Rangga, A. (2021). Rantai makanan. Diakses dari https://cerdi-
                 ka.com/rantai-makanan/. 03 Maret 2021, Pk. 13.03.

                 Sutawidjaja, I. S. (2006). Pertumbuhan gunung api anak krakatau
                 setelah letusan katastrofis 1883. Jurnal Geologi Indonesia, 1(3):

                 143-153.
                 Tantri, E. (2014). Letusan krakatau 1883: pengaruhnya terhadap

                 gerakan sosial banten 1888. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 16(1):
                 191-214).














                                                                                             ECOMAGAZINE 32
   28   29   30   31   32   33   34   35   36