Page 8 - PEMBENTUKAN PERANGKAT KENEGARAAN
P. 8
wakil ketua, yaitu Kartohadikusumo(wakil ketua
1), J. Latuharhary(wakil ketua
2), dan Adam Malik(wakil ketua
3). Sejak awal September1945, KNID (Komite Nasional
Indonesia Daerah) sudah terbentuk di berbagai daerah mulai
tingkat keresidenan hingga desa.
Setelah pembentukan KNIP, PPKI membentuk Partai Nasional
Indonesia (PNI). PNI kemudian ditetapkan sebagai satu-
satunya STAATPARTIJ (partai negara). Pembentukan PNI
sebagai partai negara mendapat penolakan dari golongan
muda. PNI sianggap “berbau” Jawa Hokokai karena sebagian
besar anggotanya merupakan tokoh-tokoh yang duduk dalam
organisasibuatan jepang. Partai ini dianggap tidak mewakili
semua golongan dalam masyarakat. Sjahrir dan golongan
muda menganggap pembentukan partai tunggal
bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi. Akibat
penolakan ini, penetapan PNI sebagai satu-satunya partai
dibatalkan “untuk sementara waktu”.
Selain pembentukan KNIP dan PNI, sidang ketiga PPKI
membahas pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR).
Pembentukan lembaga ini mengingat kondisi Indonesia yang
belum stabil dan kondusif pada awal kemerdekaan. BKR
dibentuk dengan tujuan memelihara keselamatan dan
keamanan rakyat. Anggota BKR terdiri atas mantan anggota
PETA, Heiho, Keibodan, dan Seinendan. BKR merupakan cikal
bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI).

