Page 43 - PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN AGAMA SERTA KEBUDAYAAN HINDU-BUDHA DI INDONESIA
P. 43

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN AGAMA  SERTA KEBUDAYAAN  HINDU-                 Sejarah  Indonesia

     BUDHA DI INDONESIA                                                           Kelas X
             e.   Mengirimkan  ekspedisi  ke  luar  pulau  Jawa  antara  lain  ekspedisi  ke  Malayu/
                Pamalayu tahun 1275 untuk menjalin persahabatan dengan kerajaan Malayu dan
                ekspansi ke Bali tahun 1284 karena Bali tidak mau tunduk kepada Singasari.

             Dari tindakan-tindakan politik Kertanegara tersebut, mungkin di satu sisi  Kertanegara
             berhasil mencapai cita-citanya memperluas dan memperkuat Singasari, tetapi dari sisi
             yang lain muncul beberapa ancaman yang justru berakibat hancurnya Singasari.
             Ancaman yang muncul dari luar yaitu dari tentara Kubilai-Khan dari Cina Mongol karena
             Kertanegara tidak mau mengakui kekuasaannya bahkan menghina utusan Kubilai-khan
             yaitu Meng-chi yang dibuat cacat mukanya.

             Sedangkan ancaman yang lain dari dalam yaitu adanya serangan dari Jayakatwang
             dari Kadiri tahun 1292 yang bekerja sama dengan  Arya Wiraraja Bupati Sumenep
             yang tidak diduga sebelumnya. Sehingga Kertanegara terbunuh, maka jatuhlah Singasari
             di bawah kekuasaan Jayakatwang dari Kediri.

             Setelah Kertanegara meninggal maka didharmakan/diberi penghargaan di candi Jawi
             sebagai Syiwa Budha, di candi Singasari sebagai Bhairawa. Di Sagala sebagai Jina
             (Wairocana) bersama permaisurinya  Bajradewi.

             Untuk memperjelas pemahaman Anda, tentang candi Singosari tempat Kertanegari di
             muliakan, maka simaklah gambar 2.12. berikut ini!

















                                     Gambar 2.12. Candi Singosari

             Setelah Anda menyimak gambar candi Singosari tersebut maka simaklah uraian materi
             berikut.

             Dalam kitab Pararaton maupun Negara Kertagama diceritakan bahwa kehidupan sosial
             masyarakat Singosari cukup baik karena rakyat terbiasa hidup aman dan tenteram sejak
             pemerintahan Ken Arok bahkan dari raja sampai rakyatnya terbiasa dengan kehidupan
             religius.

             Kehidupan religius tersebut dibuktikan dengan berkembangnya ajaran agama baru yaitu
             ajaran Tantrayana (Syiwa Budha) dengan kitab sucinya Tantra.

             Ajaran Tantrayana berkembang dengan baik sejak pemerintahan Wisnuwardhana dan
             mencapai  puncaknya  pada  masa  Kertanegara,  bahkan  pada  akhir  pemirintahan
             Kertanegara  ketika  diserang  oleh  Jayakatwang,  sedang  melaksanakan  upacara
             Tantrayana      bersama      Mahamantri        dan      pendeta      terkenal.
                                                I n d r i y a n i   D w i   H a s t u t i   S . P d
                                                                                         Page 44
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48