Page 88 - bk metamorfosis
P. 88

Untuk  itu,  membangun  mutu  pendidikan  dan  sistem  penjaminan  mutu
            pendidikan seharusnya pula turut mempertimbangan faktor  soft dan  hard
            sekaligus. Sesungguhnya, faktor yang satu tidaklah jauh lebih penting dari faktor
            yang lain. Semua faktor atau variabel yang relevan tentu memiliki kontribusi dan
            peran yang sama pentingnya dalam membangun pendidikan yang berorientasi
            pada kesejatian mutu. Di sinilah pentingnya  membangun  budaya mutu pada
            setiap satuan pendidikan.
                 Budaya mutu merupakan suatu kesadaran yang hadir sebagai tradisi di mana
            mutu pendidikan merupakan proses pencapaian yang tiada henti, terus-menerus
            (berkelanjutan). Mutu menjadi impian bersama sehingga seluruh proses dalam
            penyelenggaraan pendidikan diletakkan sebagai upaya mencapai tingkat mutu
            terbaik.  Dalam rangka itu, di satu sisi, satuan pendidikan  membiasakan  diri
            (membangun tradisi) untuk melakukan penjaminan mutu (evaluasi diri) secara
            periodik dan teratur dalam rangka menjaga dan menjamin mutunya secara internal.
            Di sisi lain, lembaga penjaminan mutu eksternal bekerja sebagai kekuatan yang
            mewakili masyarakat untuk mengontrol mutu pendidikan dan memberi jaminan
            terpercaya mengenai tingkat mutu satuan pendidikan.
                 Sistem penjaminan mutu pendidikan mutlak ada dalam proses penyelenggaraan
            pendidikan dan pembangunan budaya mutu di satuan pendidikan. Karena itu ia
            harus ditopang eksistensinya dengan komitmen, kebijakan, serta keputusan politik
            yang kuat. Komitmen, kebijakan, dan keputusan politik yang kuat setidaknya
            harus hadir dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Peraturan ini
            dipandang perlu karena pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan
            Kebudayaan mendapat amanat dari konstitusi dan Undang Undang No. 20/2003
            tentang Sistem Pendidikan Nasional untuk membangun pendidikan bermutu bagi
            setiap warga negara di seantero negeri.
                 Peraturan ini diletakkan sebagai payung hukum bagi rancang-bangun dan
            penerapan sistem penjaminan mutu pendidikan khususnya untuk pendidikan dasar
            dan menengah yang ada dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
            Peraturan Menteri ini sekaligus menjadi aturan pelaksana yang bersifat spesifik
            dari tuntutan sejumlah klausul mengenai keharusan penjaminan mutu pendidikan
            yang diisyaratkan oleh Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional dan beberapa
            peraturan perundang-undangan terkait.
                 Memang, pada tahun 2009 pernah diterbitkan Peraturan Menteri Pendidikan
            Nasional Nomor 63/2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan. Tetapi,
            Permen ini mengandung banyak kelemahan.  Klausul-klausul di dalamnya
            cenderung bersifat abstrak, dan indikator-indikator masih kurang jelas sehingga
            terasa sulit diterapkan. Cakupan Peraturan Menteri tersebut sangat luas mencakup
            semua jenjang, jenis, dan jalur pendidikan yang karakteristiknya sangat beragam.
                 Lahirnya beberapa peraturan perundang-undangan yang baru, baik dalam
            bentuk  undang-undang  maupun  peraturan  pemerintah  terkait  pendidikan



        80                                                                  METAMORFOSIS
                                                               Pengembangan Sekolah Model di Bali
   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93