Page 4 - Microsoft Word - BAB I
P. 4

4







                               3.  Pelajaran  ekonomi  dianggap  sukar  bagi  siswa  sehingga  akibat  kurang

                                  adanya kepastian empiris yang mudah dilihatnya dalam kehidupan sehari-

                                  hari.

                                        Permasalahan  yang  lain  adalah  sebagian  besar  sekolah  masih


                               menggunakan  metode  pembelajaran  konvensional  atau  tradisional.  Yaitu

                               proses  pembelajaran  di  sekolah  yang  berlangsung  hanya  berorientasi  pada

                               memorisasi  bahan-bahan  pelajaran  dan  interaksi  belajar  mengajar  yang

                               berjalan secara searah. Fungsi dan peranan guru menjadi sangat dominan. Di


                               lain  pihak  siswa  hanya  menyimak  dan  mendengarkan  informasi  atau

                               pengetahuan  yang  diberikan  guru.  Ini  menjadikan  kondisi  yang  tidak

                               proporsional.  Guru  sangat  aktif,  tetapi  sebaliknya  siswa  menjadi  pasif  dan

                               tidak  kreatif.  Selama  ini  siswa  hanya  diperlakukan  sebagai  obyek  sehingga

                               siswa kurang dapat mengembangkan potensinya (Winarni, 2009: 2-3).


                                        Dalam  rangka  mengembangkan  iklim  belajar  mengajar  yang

                               menumbuhkan rasa percaya diri, sikap, dan perilaku yang inovatif dan kreatif,

                               sangat diperlukan adanya keterkaitan antar  komponen-komponen pendidikan.


                               Komponen-komponen pendidikan yang meliputi guru, siswa, kurikulum, alat

                               (media  pembelajaran)  dan  sumber  belajar,  materi,  metode  maupun  alat

                               evaluasi saling bekerjasama untuk mewujudkan proses belajar yang kondusif

                               (Handayani, 2009: 38-39).

                                        Sejauh  ini  proses  pembelajaran  di  sekolah  masih  didominasi  oleh


                               sebuah paradigma yang menyatakan bahwa sebuah pengetahuan (knowledge)

                               merupakan perangkat  fakta-fakta  yang  harus dihafal. Di  samping  itu, situasi
   1   2   3   4   5   6   7   8   9