Page 76 - MAJALAH 121
P. 76

PARLEMEN DUNIA


































                          Kenal Lebih Dekat Majelis


                                     Rendah Australia




                                         Oleh Chusnul Mar’iyah | Pakar Politik UI



          Pada awal 1990an, ketika tahun   karena laporan­laporan dari ke­   lola sistem kerja Parlemen Australia
          pertama belajar di Sydney Univer-  lompok yang sangat kritis seperti  terdapat perubahan dalam konsep
          sity tentang Politik Australia, pen­  Amnesti Internasional, maupun   kini disebut sebagai parlemen mo­
          ulis menghadiri beberapa sidang   berbagai kelompok yang pro self   dern. Indikator dari Parlemen mo­
          dari Joint Committee dari Parle­  determination untuk Timor­Timur   dern adalah pertama, penggunaan
          men Austrlia (house of representa-  dan Papua. Pada saat yang sama   teknologi dan mudah diakses oleh
          tive atau Majelis Rendah) tentang  tone positif, di antaranya berasal   publik; dan fungsi representasi.
          isu kebijakan Luar  negeri Australia   dari keterangan (public hearing)   Bagaimana hal tersebut diimple­
          terhadap Indonesia. Impresi penulis  dari para guru Bahasa Indonesia,   mentasikan dalam parlemen mo­
          menyaksikan bagaimana Parlemen  para Indonesianist yang mencintai   dern Australia di tingkat pemerin­
          Australia lebih memiliki informasi  Indonesia. Tentu juga keterangan   tahan fede ral (nasional)?
          lengkap tentang Indonesia, bahkan   dari kepentingan pebisnis Austra­
          mungkin dibandingkan dengan DPR  lia di Indonesia. Hasil dari public   Penggunaan Teknologi dan Mudah
          sendiri tentang isu tertentu. Dalam  hearing inilah negatif dan positif   Diakses
          proses mendapatkan informasi ten­  tersebut menjadi rujukan kebijakan
          tang Indonesia, parlemen Australia   Canberra terhadap Jakarta.    Hampir seluruh parlemen di dunia
          membentuk Joint Commitee yang                                      tentu sudah menggunakan teknolo­
          mengundang masyarakat, baik in­  Dua puluh empat tahun kemudian,   gi dalam mengelola proses politik di
          dividu, maupun kelompok. Dalam  mengunjungi kembali Parlemen       parlemen. Yang menarik dari Parle­
          hubungan Australia­Indonesia, ten­  Australia, perkembangan politik   men Australia adalah perkemba­
          tu isu Papua, Timor Timur dan Aceh   silih berganti kekuasaan antara   ngan seluruh hasil kerja parlemen
          menjadi isu utama yang dibahas   Partai Buruh dengan Partai Koalisi   yaitu semua dalam bentuk perde­
          sangat tuntas. Tone dari pemba­  Liberal Nasional adalah suatu hal   batan dapat diakses melalui website.
          hasan saat itu lebih bersifat negatif,   yang biasa. Namun, dalam menge­  Ada beberapa hal penting yang me­



          76  PARLEMENTARIA  EDISI 121 TH. XLV, 2015
   71   72   73   74   75   76   77   78   79   80