Page 4 - MAJALAH 132
P. 4

asPirasi




          SENGKETA LAHAN  WARGA BATU LEMAN
          DENGAN PT. HARAPAN HIBRIDA KALBAR

            Kami Komisioner Komnas HAM meminta perhatian DPR khu-  ta perbedaan persepsi antara PT. HHK yang mengang-
          susnya Komisi III menindaklanjuti penyelesaian kasus sengketa   gap pembangunan kebun kemitraan adalah solusi atas
          lahan antara warga Desa Batu Leman, dsk dengan PT. Harapan   tuntutan KKPA III sementara menurut masyarakat bukan
          Hibrida Kalbar – Timur Lipat Gunting Estate/Union Sampoerna   demikian solusinya.
          Triputra Persada (PT. HHK) di Kab. Ketapang Prov.Kalbar.   c.  Harus dilakukan verifikasi faktual terhadap setiap pemilik
            Kami menyampaikan pengaduan dari Gabriel Goa (Pela-  lahan yang telah menyerahkan lahannya untuk diketahui
          yanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia/  letak perbedaan data hasil verifikasi yang telah dilakukan
          PADMA), mewakili masyarakat Suku Dayak Jelak Sekayuk (di   oleh Pemkab Ketapang.
          Desa Batu Sedau, Desa Seguling, dan Desa Suak Burung) terkait   d.  Perlu penelusuran pihak-pihak yang terlibat dalam skema
          dugaan perampasan lahan milik masyarakat dan kriminalisasi   KKPA untuk dimintai pertanggungjawabannya.
          terhadap Kepala Desa Seguling dan 5 warganya yang ditang-  e.  Pemidanaan terhadap Kades dan 5 (lima) warganya de-
          kap oleh aparat Polres Ketapang dengan tuduhan melakukan   ngan tuduhan pencurian sawit bukan merupakan kasus
          pencurian buah sawit di lahan PT. HHK. Padahal persoalan inti-  yang berdiri sendiri tapi berakar dari tidak dipenuhinya
          nya adalah tidak diberikannya hak-hak masyarakat atas tanah   hak-hak keperdataan warga, lemahnya sosialiasi dan ko-
          seluas +1.434  Ha. yang telah diserahkan ke PT. HHK untuk   munikasi antara PT. HHK dengan warga sekitar.
          dibangunkan kebun kelapa sawit melalui Program Kredit ke-  f.  Lembaga Penegak hukum hendaknya melihat akar per-
          pada Koperasi Primer untuk Anggotanya (KKPA) Tahap III sejak   soalan kriminalisasi warga disebabkan oleh persoalan
          2006/2007. Akibatnya kondisi saat ini belum kondusif karena   lahan warga yang diserahkan ke PT. HHK, maka seharus-
          pendekatan hukum yang digunakan Polres Ketapang cende-  nya diarahkan untuk penyelesaian hak-hak keperdataan
          rung mengabaikan akar permasalahan konflik, yaitu pemulihan   masyarakat terlebih dahulu.
          hak-hak atas tanah.                                  Bahwa berdasarkan kesimpulan tersebut, Komnas HAM
            Bahwa Komnas HAM telah melakukan pemeriksaan dan   telah menyampaikan rekomendasi kepada Dirjen Perkebunan
          investigasi lapangan serta meminta penjelasan dari Pimpinan   Kementerian Pertanian, Bupati Ketapang, Kapolres Ketapang,
          PT. HHK maupun Staf Ditjen Perkebunan Kementan dengan ke-  Ketua PN Ketapang, Kepala Badan Lingkungan Hidup Prov. Kal-
          simpulan bahwa patut diduga telah terjadi pelanggaran HAM   bar, dan Padma Indonesia agar rekomendasi tersebut dijalan-
          khususnya hak atas tanah dan hak atas keadilan antara lain:  kan dan rencana pelaksanaannya disampaikan ke Komnas
            a.  Belum diberikannya ganti rugi atas lahan warga oleh   HAM.
              PT.HHK menyebabkan beberapa warga yang menuntut   Kami memohon Komisi III DPR RI menindaklanjuti rekomen-
              keadilan justru diproses hukum dengan tuduhan pencu-  dasi Komnas HAM tersebut sebagaimana mestinya.
              rian, sementara laporan masyarakat ke PT. HHK dengan
              tuduhan penyerobotan lahan belum ditindaklanjuti oleh
              Polres Ketapang.                                                                     Natalius Pigai
            b.  Adanya indikasi tumpang tindih perizinan dan lahan ser-                   Jakarta Pusat, DKI Jakarta
         PERMOHONAN GRASI DAN                                    bahkan menyusul 90 orang tahanan politik yang akan
                                                                 mendapatkan grasi.  Menurut Pengadu perbuatan makar
         USULAN PENCEGAHAN KORUPSI                               dan berkhianat kepada negara  dan Pemerintah RI yang
                                                                 dilakukan para Tapol/ anggota OPM jelas lebih merugikan
                                                                 bangsa dan negara.
            Surat dari Sdr. Dr. Janes Johan Karubaba (terpidana dugaan   c.  Pengadu mengaku, tindakan korupsi dilakukan karena
          korupsi Proyek DED PLTA Sungai Urumuka dan Sungai Mam-  kurangnya pengetahuan tentang peraturan perundang-
          beramo APBD Prov Papua T. 2009-2000) yang ditujukan ke-  undangan  dan juga karena lemahnya sistem penga-
          pada Ketua DPR RI, sbb :                               wasan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
            a.  Bahwa Pengadu mengajukan permohonan grasi (pe-   Karena itu untuk upaya pencegahan korupsi di seluruh
              ngampunan) para mantan pejabat Pemda Papua yang    Pemda Papua adalah dengan melibatkan  Kejaksaan
              terjerat perkara korupsi agar mendapat persamaan ke-  menjadi penasehat hukum dalam proses pengadaan ba-
              adilan sebagaimana grasi yang diberikan kepada tahanan   rang dan jasa Pemda Papua.
              politik (mantan Anggota Organisasi Papua Merdeka).
            b.  Bahwa para mantan pejabat Pemda tersebut memi-
              liki hak konstitusional dan HAM yang sama dengan 5                           Dr. Janes Johan Karubaba
              orang tahanan politik yang telah diberikan grasi, dan                                  DKI Jakarta



          4   EDISI 132 TH. XLV, 2015
   1   2   3   4   5   6   7   8   9