Page 100 - MAJALAH 73
P. 100

DIPLOMASI



            peraturan  internasional  tentang   diri  menjadi  anggota.  Ketetapan   B .  K e b e r h a s i l a n   D P R - RI
            lingkungan  tidak  hanya  terbatas   tersebut  mengakibatkan  Palestina   menduduki  Jabatan  Penting  di
            pada  Kyoto  Protocol  tetapi  juga   yang diwakili oleh  PNC (Palestinian   Organisasi Parlemen Regional dan
            terhadap Convention on Biological   National Council) yang terdiri dari   Internasional.
            Diversity dan Convention to Combat   anggota  parlemen  Palestina  yang   1.  Pada periode 2004 – 2009, beberapa
            Desertification  serta  konvensi-  berada di pengasingan tidak dapat   anggota  DPR-RI  menduduki
            konvensi  lainnya  sebagai  langkah   mengajukan  diri  sebagai  anggota,   posisi  yang  sangat  strategis  di
            penting pertama menuju etika baru   walaupun mereka selalu hadir dalam   IPU,  yaitu  H.  Abdillah Toha,
            dan  pelestarian  dan  perlindungan   sidang-sidang IPU sebagai observer   SE  sebagai  anggota  sekaligus
            lingkungan.                     selama kurang lebih 31 tahun sejak   Wakil  Presiden  IPU  Executive
               Mengenai isu Myanmar, sebagai   tahun 1977.  Pada awal tahun 2008,   Committee, Simon Patrice Morin
            bentuk keprihatinan DPR RI atas   Palestina  mengajukan  permintaan   sebagai  First  Vice  President
            situasi di Myanmar, DPR RI dalam   afiliasi sebagai anggota ke IPU dengan   dari  Standing  Committee  for
            Sidang  ke-  117  IPU  di  Jenewa   menyodorkan  perkembangan  baru   Peace and International Security,
            mengajukan emergency item berjudul   bahwa PNC adalah bagian dari PLC   Aisyah Hamid Baidlowi sebagai
            The urgent need for the Members   (Palestinian  Legislative  Council)   anggota Coordinating Committee
            of  the  Inter-Parliamentary  Union   sebagai  hasil  pemilu  tahun  2006   of  Women  Parliamentarians,
            to exercise concerted efforts for the   yang  berkedudukan  di Tepi  Barat   Luthfi  Hasan  Ishaaq  sebagai
            speedy attainment of democratization   dan Jalur Gaza. Hal yang menganjal   anggota Titular Komisi Middle
            and termination of the widespread   adalah  Palestina  belum  dianggap   East  Questions  dan  terakhir
            human rights violations in Myanmar.     IPU sebagai sovereign state, karena   Prof.  Dr.  Wila  Chandrawila
            Indonesia mengajak parlemen seluruh   walaupun Resolusi UNGA no 43/177   Supriadi terpilih menjadi anggota
            dunia dan masyarakat internasional   tanggal 15 Desember 1988 mengakui   Committee to Promote Respects
            memberikan perhatian penuh kepada   proklamasi negara Palestina, namun   for International Humanitarian
            situasi Myanmar, mengingat telah   Sidang PBB tersebut belum secara   Laws. Duduknya Anggota DPR
            lebih dari 18 tahun rakyat Myanmar   resmi mengakui kedaulatan Palestina.   RI di sejumlah jabatan organisasi
            menderita karena tindakan brutal dan   DPR-RI  memperjuangkan  agar   internasional  tersebut,  tentu
            tekanan psikologis serta pelanggaran   Palestina bisa menjadi anggota tetap   merupakan  suatu  pengakuan
            HAM yang dilakukan pemerintah   IPU  dengan  melihat  kenyataan    internasional terhadap integritas,
            militer Myanmar. Dengan dukungan   bahwa anggota parlemen dari PLC   loyalitas  dan  partisipasi  aktif
            dari kelompok politik 12 plus dan   yang  berkedudukan  di Tepi  Barat   DPR-RI  sebagai  anggota  IPU
            sebagian besar Negara OKI, usulan   dan Jalur Gaza banyak yang berada   serta meningkatnya kepercayaan
            Indonesia  diterima  untuk  dibahas   di penjara Israel dan kalaupun ada   dan apresiasi IPU dan anggota
            dalam  sidang.  Inisiatif  Indonesia   yang lain mereka mendapat kesulitan   parlemen  dari  berbagai  negara
            tersebut memperlihatkan bahwa DPR   untuk keluar negeri karena blokade   kepada Grup Nasional Parlemen
            RI  tidak tinggal diam atas situasi   Israel. DPR-Ri juga mendesak agar   Indonesia.
            yang memprihatinkan di kawasan,   Executive Committee membawa kasus   2.   Ketua  DPR-RI,  HR.  Agung
            dikala    parlemen  negara  ASEAN   ini ke Sidang Governing Council dan   L akso no  telah  ter pilih
            lain enggan memasuki ranah yang   diputuskan  oleh  seluruh  anggota   sebagai  Presiden  Asia  Pacific
            mereka anggap mencampuri  kondisi   IPU, tidak dibahas oleh Executive   Parliamentary  Forum  (APPF)
            dalam negeri walaupun hal tersebut   Committee  saja  yang  anggotanya   periode  2005-2006;  Presiden
            jelas-jelas tidak sesuai dengan prinsip-  notabene banyak yang masih belum   Asian  Parliamentary  Assembly
            prinsip nasional ataupun internasional.   ingin melihat Palestina resmi duduk   (APA) periode 2008-2010 dan
            Sikap Parlemen atau DPR-RI dalam   bersama  menjadi  anggota  IPU,   Presiden  FASPPED  periode
            mensikapi isu Myanmar memang agak   walaupun hal tersebut disampaikan   2008-2012 (ex-officio).
            berbeda dengan sikap Pemerintah RI,   tidak dengan terus terang. Akhirnya
            namun dalam isu ini terlihat bahwa   Sidang  Governing  Council  secara
            Diplomasi Parlemen berperan besar.  voting pada Oktober 2008 menerima
               Mengenai  isu  Palestina,  dalam   amandemen  Statuta  IPU  sebagai
            Sidang IPU, APPF dan APA, DPR-  cara untuk dapat menerima afiliasi
            RI gencar memperjuangkan Palestina.   Palestina pada sidang IPU berikutnya
            Statuta IPU mengamanatkan bahwa   di Addis Ababa, April 2009. Hasil
            keanggotaan IPU terbuka bagi setiap   voting memperlihatkan 1219 suara
            parlemen  yang  terbentuk  dalam   mendukung, 90 suara menolak dan
            sebuah negara merdeka, berada di   230 abstain.
            dalam negara tersebut dan mewakili
            penduduknya,  dapat  mengajukan

            98      PARLEMENTARIA TH. XL NO. 73
   95   96   97   98   99   100   101   102