Page 93 - Stabilitas Edisi 190 Tahun 2022
P. 93
terlontar dari beberapa pembaca Travel
+ Leisure, dan memberikan posisi ke-4
sebagai kota terbaik di 2022.
Liburan ke Firenze (Florence dalam
bahasa Perancis), ibu kota Toscana yang
kabarnya merupakan kota bersejarah
dengan maha karya arsitektur bangunan,
lukisan, pahatan dan keindahan alam
yang disajikan kota di Italia ini. Di sana
wisatawan dapat mengunjungi museum,
menyelusuri jalanan berbatu dan
menyibak lukisan-lukisan karya pelukis
terkemuka.
Eh oui! très bonne idée! Begitu
orang Perancis menyebutnya. Yang
berarti, ide baik. Mengapa? Karena
Ubud juga sukses menempati kecantikan bangunan dan monumen
peringkat ketiga sebagai kota terbaik bersejarah begitu indah hingga anak-
di dunia. Sebelumnya pada tahun anakpun terbuka matanya dan turut
2. San Miguel de Allende, 2021, Ubud menempati posisi ke-4. menikmatinya. Warna-warni kota yang
Mexico Para pembaca menilai, Ubud begitu begitu semarak, jembatan batu, sungai
Kota pemenang tahun lalu, San mempesona karena menyajikan besar Arno yang melintasi kota, menara
Miguel de Allende, mengambil No. perpaduan unsur alam dan budaya. tinggi menjulang yang dinaiki oleh
2 tahun ini spot dan mengumpulkan Jika traveler berwisata ke Ubud, akan kami sebanyak 500 tangga, merupakan
banyak superlatif, dengan satu responden dengan mudah melihat pemandangan pengalaman mengasikan bagi wisatawan.
mengatakan, “Cuacanya sempurna, hijau, baik dari hutan maupun
adegan musiknya luar biasa, dan persawahan. Salah satu spot yang kerap 5. Istanbul, Turkey
makanannya luar biasa.” dikunjungi wisatawan adalah Tegalalang Istanbul, Turkey menempati
Kota kolonial indah yang terletak berupa sawah terasering dengan sistem posisi ke-5 kota terbaik di dunia versi
di perbukitan sejuk ini, dilintasi oleh pertanian subak. pembaca Travel + Leisure. Istanbul
jalan berbatu dan gereja cantik yang Selain itu ada juga tempat wisata yang dalam sejarah juga dikenal sebagai
mengilhami para seniman dengan warna, alam lainnya seperti Monkey Forest. Di Konstantinopel dan Bizantium, adalah
karakter, dan cahayanya. Bangunan sana, wisatawan dapat melihat langsung kota terpadat di Turkey yang menjadi
kotanya yang bergaya barok, neoklasik, kehidupan monyet ekor panjang. Di pusat perekonomian, budaya, dan sejarah
dan neogotik, tampak jelas pada gereja samping itu, suasana religius juga negara tersebut. Istanbul merupakan
batu merah muda yang berasal dari terasa di Ubud. Ada sejumlah pura kota lintas benua di Eurasia yang
abad ke-18 di Plaza Principal. Didirikan dengan pemandangan indah yang dapat membentang melintasi Selat Bosporus di
pada tahun 1542, kota ini menunjukkan dikunjungi.Dengan suasana syahdu ini, antara Laut Marmara dan Laut Hitam.
perpaduan pengaruh Hispanik dan tak ayal para turis betah di Ubud. Apalagi Selama berabad-abad, berbagai
Mesoamerika. di masa pandemi COVID-19 di mana kebudayaan telah meninggalkan
orang-orang butuh menghirup udara jejaknya di Istanbul. Saat ini, wisatawan
3. Ubud, Indonesia segar. dapat merasakan pengaruhnya secara
Ubud lagi-lagi terpilih sebagai kota Pembaca juga menilai, Ubud sangat langsung dengan menelusuri mahalle
terbaik untuk wisata. Kali ini Ubud potensial untuk wisata karena mampu (kawasan) di sana. Berkat berbagai
menjadi yang terbaik di Asia dan naik memuaskan pengunjungnya. Ubud situs suci di Sultanahmet dan bangunan
peringkat menjadi terbaik ke-3 di dunia. disebut memiliki magnet yang dapat bergaya Eropa abad ke-19 yang anggun
Berdasarkan penilaian itu, Ubud berhasil menggaet wisatawan datang ke sana. di Beyoğlu, mode mewah di Nişantaşı,
mengungguli kota-kota lain di Asia. keramaian kafe di Kadıköy, serta lokasi
Ubud bahkan menyalip kota-kota wisata 4. Florence, Italy favorit pencinta sepak bola di Beşiktaş,
terkenal lainnya seperti Singapura, Maqnifique..! Beautiful..! Indah...! sangat mudah untuk memahami alasan
Bangkok di Thailand, Kyoto di Jepang, Ibu kota bagi pecinta karya seni! Salah wisatawan mengatakan Istanbul bukan
hingga Jaipur di India. satu kota tercantik di dunia! Ucapan itu hanya satu kota, tetapi kota dalam kota.
www.stabilitas.id Edisi 190 / 2022 / Th.XVIII 93

