Page 205 - Land Reform Lokal Ala Ngandagan: Inivasi system Tenurial Adat di Sebuah Desa Jawa, 1947-1964
P. 205
Land Reform Lokal A La Ngandagan
9. Moh. Shohibuddin, “Dimensi Etis Revitalisasi Identitas
Ngata: Perjuangan Otonomi di Komunitas Tepi Hutan
Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah,” Renai:
Journal of Local Politics, Vol. VII, No. 2, 2007.
10. Laksmi A. Savitri, Moh. Miqdad, Lian Gogali, dan
Moh. Shohibuddin, “Lembaga Keuangan Mikro sebagai
Jembatan Perdamaian Masyarakat Poso Pasca Konflik,”
Fajar: Jurnal LPM UIN Syarif Hidayatullah, Vol. 8, No.
1, Nove,ber 2007.
11. Endriatmo Soetarto dan Moh. Shohibuddin, “Reforma
Agraria: Prasyarat Utama bagi Revitalisasi Pertanian
dan Pedesaan” dalam Erpan Faryadi, Reforma Agraria:
Prasyarat Utama bagi Revitalisasi Pertanian dan Pedesaan.
Bandung: Konsorsium Pembaruan Agraria, 2005.
12. Endriatmo Soetarto dan Moh. Shohibuddin,
“Menegaskan Kembali Keharusan Reforma Agraria
sebagai Basis Pembangunan Pertanian dan Pedesaan,”
Jurnal Pembaruan Desa dan Agraria, Vol 1, No. 1,
2004.
Beberapa papernya, baik ditulis sendiri maupun sebagai
co-author, disampaikan dalam berbagai forum ilmiah
internasional di sejumlah negara, yakni Indonesia, Korea
Selatan, Jerman, Amerika Serikat, dan Belanda. Pada tahun
2010 ia memperoleh fellowship dari Indonesian Young
Leaders Programme, Leiden University untuk mengikuti
short course dan mengadakan penelitian pustaka di Belanda.
Atas beasiswa Nederland Fellowship Programme (NFP),
ia menjadi peserta short course tentang “Governance for
Forest, Nature and People: Managing Multistakeholder
176

