Page 86 - Resonansi Landreform Lokal di Karanganyar: Dinamika Pengelolaan Tanah di Desa Karanganyar
P. 86
Resonansi Landreform Lokal ... 73
Pertama, pelaksanaan PRONA (Proyek Operasi Nasional Agra-
ria) tahun 2003 sebanyak 120 bidang tanah sawah. Kegiatan ini
dimaksudkan untuk memberi jaminan kepastian hukum kepada
petani yang memiliki tanah sawah; Kedua, pelaksanaan serti-
pikasi tanah bagi UKM (Usaha Kecil dan Menengah) tahun 2009
sebanyak 28 bidang tanah darat/pekarangan. Kegiatan ini dimak-
sudkan untuk memberi kesempatan pada pelaku UKM mem-
peroleh tambahan modal, dengan menjadikan tanahnya sebagai
agunan.
Berdasarkan data yang dimiliki Pemerintah Desa Karang-
anyar diketahui, bahwa ada 190 bidang tanah yang telah berser-
tipikat pada tahun 2004. Sementara itu, pada kurun waktu antara
tahun 2004 hingga tahun 2012 telah dilakukan pensertipikatan
hak atas tanah secara rutin, yang jumlahnya mencapai 70 bidang.
Dengan demikian secara keseluruhan ada 408 bidang tanah yang
telah bersertipikat di Desa Karanganyar, yang merupakan salah
satu bentuk ikhtiar masyarakat dan Pemerintah Desa Karang-
anyar untuk memberi jaminan kepastian hukum hak atas tanah,
yang sekaligus sebagai bagian ikhtiar membangun harmoni
sosial dan mencegah konflik pertanahan.
Sebagaimana diketahui, sesungguhnya tanah tidaklah mem-
bawa kemakmuran, karena yang membawa kemakmuran adalah
penggunaannya. Oleh karena itu, agar pemilikan tanah di Desa
Karanganyar dapat mendukung terwujudnya harmoni sosial dan
mencegah konflik pertanahan, maka penggunaannya haruslah
dapat mensejahterakan masyarakat Desa Karanganyar pada
umumnya. Berdasarkan catatan Pemerintah Desa Karanganyar
diketahui, bahwa penggunaan tanah di Desa Karanganyar, terdiri
dari: (1) perkantoran, seluas 0,125 Ha; (2) wakaf atau tempat
ibadah, seluas 0,042 Ha; (3) sawah beririgasi teknis, seluas

