Page 156 - Reforma Kelembagaan dan Kebijakan Agraria (Hasil Penelitian Strategis STPN 2015)
P. 156

Hasil Penelitian Strategis STPN 2015  141


                  ada maka akan semakin besar pula kemungkinan produksi yang akan
                  dihasilkan.
              7.  Bentuk bidang tanah adalah kriteria bentuk bidang tanah yang menjadi
                  sampel di dalam penelitian ini, yaitu dibagi menjadi 2 kriteria/kode.
                  Kriteria/kode 1  adalah  apabila bidang  tanah  tersebut mempunyai
                  perbandingan panjang dan lebar 2 berbanding 3, dengan bentuk relatif
                  simetris empat persegi panjang. Kriteria 0 adalah apabila bidang tanah
                  tidak memenuhi  kriteria/kode 1.  Terkait  dengan hal  tersebut  skala
                  pengukuran variabel digunakan variabel dummy, yaitu 1 dan 0. Perlu

                  kami jelaskan bahwa variabel ini dipilih atas dasar hasil wawancara
                  terbuka dengan  pelaku  pasar  (pembeli,  calo,  makelar,  broker dll)
                  terkait dengan interest pembeli terhadap obyek bidang tanah.
              8.  Akses  adalah kemudahan  dalam mencapai  sesuatu. Dalam konteks
                  variabel penelitian ini maka pengertian aksesibilitas lebih difokuskan
                  pada arah hubungan (kemudahan) antara jalan keluar masuk menuju
                  lokasi obyek bidang tanah serta fisik jalan tersebut. Pengukuran untuk

                  aksesibilitas ini dibuat kriteria sesuai yang ada secara umum ditemui
                  di lapangan. Kriteria 1 adalah apabila jalan yang ada di depan obyek
                  bidang tanah mempunyai lebar jalan minimal 3 meter untuk daerah
                  perdesaan  atau  2  meter  untuk  daerah  perkotaan  serta  fisik  jalan
                  tersebut adalah  jalan aspal, cor ataupun conblok. Kriteria  0 apabila
                  unsur-unsur kriteria 1  tidak  terpenuhi.  Perlu kami jelaskan bahwa
                  variabel ini dipilih atas dasar hasil wawancara terbuka dengan pelaku
                  pasar  (pembeli,  calo,  makelar,  broker dll)  terkait dengan  interest
                  pembeli terhadap obyek bidang tanah.

              9.  Jarak yang dimaksud di dalam variabel penelitian ini adalah jarak antara
                  obyek bidang tanah dengan pasar terdekat. Dalam penelitian ini jarak
                  diukur berdasarkan skala rasio dalam satuan kilometer (km). Variabel
                  ini dipilih mengingat bahwa di dalam teori lokasi mengandung makna
                  bahwa semakin dekat obyek bidang tanah dengan pusat bisnis (dalam
                  hal ini pasar) maka semakin tinggi nilai tanah.
              10.  Waktu yang dimaksud di dalam variabel penelitian ini adalah jangka

                  waktu investasi yang dilakukan terhadap obyek bidang tanah tersebut.
   151   152   153   154   155   156   157   158   159   160   161