Page 213 - Reforma Kelembagaan dan Kebijakan Agraria (Hasil Penelitian Strategis STPN 2015)
P. 213

198   Reforma Kelembagaan dan Kebijakan Agraria


                                         Gambar 1
                           Siteplan Pendayagunaan Tanah Terlantar






























                Model  pendayagunaan  tanah  terlantar untuk reforma  agraria  yang
            telah dilaksanakan di beberapa lokasi. Salah satunya kegiatan redistribusi
            tanah bekas tanah terlantar melalui pembagian sertipikat Hak Milik atas
            nama individu  di  beberapa lokasi  seperti  di  Cipari  Kabupaten Cilacap
            yang telah dibagikan sertipikatnya pada tahun 2010 oleh Presiden Susilo
            Bambang Yudhoyono, redistribusi tanah bekas tanah terlantar di Subah
            Kabupaten Batang,  dan  redistribusi  tanah  di beberapa lokasi  lainnya

            permasalahan yang dihadapi  pasca  pembagian  sertipikat adalah adanya
            penjualan terhadap asset yaitu tanah beserta sertipikatnya kepada pihak
            lain.  Meskipun di dalam sertipikat  tersebut dituliskan  bahwa selama  10
            (sepuluh) tahun tanah tidak diperbolehkan dijual, namun karena desakan
            ekonomi  dan akses  yang  belum  bisa diperoleh  petani  mengakibatkan
            hilangnya tanah sebagai asset menuju kesejahteraan dan keadilan.Sehingga
            tujuan utama dari reforma agraria itu sendiri tidak dapat tercapai.

                Berikut adalah aternatif  reforma agraria  melalui  redistribusi  tanah
            bekas tanah terlantar:
   208   209   210   211   212   213   214   215   216   217   218