Page 230 - Reforma Kelembagaan dan Kebijakan Agraria (Hasil Penelitian Strategis STPN 2015)
P. 230

Hasil Penelitian Strategis STPN 2015  215

               Tabel 1. Perbedaan Ketahanan Pangan dan Kedaulatan Pangan

               Isu                 Ketahanan Pangan    Kedaulatan Pangan


               Pangan              Sebagai komoditi    Sebagai hak asasi, harus
                                                       menyehatkan, aman, bergizi,
                                                       terjangkau, diterima secara
                                                       budaya dan diproduksi
                                                       secara lokal
               Penguasaan atas     Privatisasi         Dikuasai oleh rakyat
               agraria (tanah, air,
               hutan)
               Penguasaan lahan/   Melalui mekanisme   Melalui pelaksanaan reforma
               tanah               pasar               agraria sejati, distribusi
                                                       lahan untuk buruh tani
               Cara bertani        Monokultur,         Agro-ecology
                                   industrial
               Petani              Apabila tidak efisien  Sebagai penopang
                                   harus menyingkir
              Sumber: Rosset (2006) dalam Henry Saragih (2011)

                  Sebagaimana  dijelaskan  McCharty  dan  Obidzinski,   dalam  konteks
                                                                  5
              Indonesia  sejak  tahun 2008  sudah muncul  agenda kebijakan berkaitan
              dengan ketahanan pangan yang saling berbenturan antara lain: kebijakan
              yang mendukung pertumbuhan sektor agribisnis, peningkatan produksi

              bahan pangan untuk mengatasi kerawanan pangan, dan kebijakan untuk
              mengatasi kemiskinan, kebijakan mengurangi  emisi  gas  rumah kaca,
              dan kebijakan merespon perubahan iklim. Semua persoalan ini muncul
              dalam kerangka  pangan  yang  mendorong  munculnya berbagai  pilihan
              kebijakan. Dalam hal ini ketahanan pangan (food security) didefinisikan
              sebagai  a  condition,  adequate food intake and  articulates its attributes,
              providing a technical or descriptive frame for analysing particular context.
              Ada 4  pilar  utama  yang  ditekankan FAO berkaitan  dengan ketahanan
              pangan yaitu  availability,  acces,  utilization  dan  stability. Sementara itu



              5   John McCharty & Krystof Obidzinski.  2015.  “Land  Grabbing,  Conflict  and
                  Agrarian-Environmental  Transformations:  Perspectives  from East  and
                  Southeast Asia.” Conference Paper No. 47.  An International  Academic
                  Conference 5-6 June 2015, Chiang Mai University.
   225   226   227   228   229   230   231   232   233   234   235