Page 239 - Reforma Kelembagaan dan Kebijakan Agraria (Hasil Penelitian Strategis STPN 2015)
P. 239

224   Reforma Kelembagaan dan Kebijakan Agraria


                RTRW yang digunakan masih RTRW tahun 1993-2006. Proses sinkronisasi
            dan  finalisasi  tata  ruang  sudah  sering  dilakukan,  namun  selalu  saja  tidak
            ada kesepakatan. Setiap kali  pertemuan, setiap kali juga ada  penambahan
            baru pada draft yang disiapkan. Hal ini juga yang terjadi berkaitan dengan
            penyediaan lahan untuk pangan kelanjutan. Upaya untuk menyediakan lahan
            pencetakan  sawah baru (perluasan lahan) 1 juta hektar, dalam  prakteknya
            sangat sulit dilakukan. Data yang diberikan oleh masing-masing dinas pun
            ketika dikroscek dengan ATR/BPN dan Kehutanan, ternyata terjadi tumpang
            tindih. Tidak hanya overlapping atau tumpang tindih, lahan yang diperuntukan

            sebagai lahan tanaman pangan seringkali juga tidak cocok untuk persawahan
            karena kondisi riilnya berupa sungai atau rawa-rawa.
                    Gambar. 2. Visi Pembangunan Provinsi kalimantan Timur 8








































            8   Diambil  dari  Pidato  dalam  Penyampaian   Laporan  Keterangan
                Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Gubernur Kalimantan Timur Tahun
                2009-2013  Dalam Rapat  paripurna Istimewa DPRD Provinsi Kalimantan
                Timur, Samarinda 15 Agustus 2013.
   234   235   236   237   238   239   240   241   242   243   244