Page 114 - Gerakan-gerakan Agraria Transnasional
P. 114
GERAKAN AGRARIA TRANSNASIONAL
dengan cara mempraktikkan pertanian dengan seimbang
melalui unsur-unsur alam. Pertanian yang tidak merusak
alam dan menjaganya. Di atas itu semua, apakah kita
makan harus memuaskan kebutuhan fisiologis kita
dengan maksud tidak terlalu banyak, tidak terlalu sedikit.
Saat ini 843 juta orang di dunia dan di antaranya tiga
perempat petani kecil menderita kelaparan (gizi buruk
atau kurang gizi). Yang pertama adalah tantangan untuk
memenuhi kebutuhan fisiologis penduduk dunia
terhadap makanan yang cukup kualitasnya serta
kuantitasnya. berbagi sumber daya alam dan praktek
pertanian yang berkelanjutan berdasarkan aturan pasar
yang berkeadilan. Apa yang kita makan juga dibentuk
oleh kebudayaan, pertanian dan faktor kuliner. Aspek
budaya ini perlu dipertahankan dengan menghargai or-
ang lain yang berbeda keyakinan dan makanan sehari-
hari. Inilah yang memberikan kontribusi pada
kekayaan dari bumi kita. (Jean-Baptiste Pertriaux,
dikutip dalam Pimbert et al. 2005, 15)
Dari sanalah untuk menegaskan kembali peran dasar
pertanian dalam peradaban—di epistemologis, bukan
sekedar kronologis. Seorang petani yang lain menyatakan:
Siapapun yang berbicara tentang kehidupan harus
berbicara mengenai air dan tanah, elemen yang sama
pentingnya seperti udara untuk hidup. Kehadiran
pertanian muncul dengan menggabungkan elemen-
elemen tersebut untuk membuat hidup lebih lama dan
berkualitas. Dari subsisten pertanian yang harus lebih
mandiri dan hemat sumber daya karena pembatasan
ruang dan kuantitas dari fungsi murni makanan, kami
beralih ke ‘commodisation’.......Kemudian kami
menemukan globalisasi, sebuah kata yang bisa berarti
penemuan dan pertukaran tetapi bagi kami itu adalah
perbudakan, persaingan, pengambilalihan dan
100

