Page 196 - Gerakan-gerakan Agraria Transnasional
P. 196

GERAKAN AGRARIA TRANSNASIONAL

            Tengah, Selatan dan Utara  dan kelompok petani Eropa.
            Via campesina secara formal berdiri pada tahun 1993.
            Keberadaan jaringan transnasional  oleh aktivis yang
            menempatkannya pada gerakan petani dan lembaga
            pendonor dana non-pemerintah di utara yang menfasilitasi
            hubungan sebelumnya antara gerakan petani nasional, yang
            kebanyakan telah muncul pada tahun 1980. Via campesina
            saat ini mewakili lebih dari 150 bangsa dan daerah
            organisasi gerakan sosial pedesaan dari 56 negara di
            Amerika Latin, Karibia, Amerika Utara, Eropa (barat) ,
                             83
            Asia dan Afrika.  Sejak kemunculannya, agenda  Via
            Campesina adalah untuk memerangi tekanan neoliberal
            dan untuk membangun sebuah kekuatan alternatif yang
            berpusar pada konsep “ketahanan pangan” (lihat Rosset
            2006; IPC for Food Sovereignty 2006). 84
                 Posisi Via Campesina dan bentuk aksi pada isu uta-
            manya pada dasarnya berbeda dari tendesi yang mendo-
            minasi oposisi dan pesaingnya yaitu IFAP. IFAP didirikan
            pada tahun 1946 oleh asosiasi petani besar sampai
            menengah yang sebagian besar dari negara berkembang,
            IFAP menjadi organisaisi sektor pertanian yang telah
            diklaim dan membuat perwakilan resmi di lembaga (inter)
            pemerintah. Kebijakan neoliberal pada umumnya tidak
            berpengaruh buruk banyak pada konstitusi paling tidak
            secara finansial. Walaupun bukan jaringan yang homogen
            secara ekonomi, politik di IFAP cenderung didominasi oleh
            kekuasaan dan anggota politik yang konservatif secara
            ekonomi dan finansial (Desmarais 2007). Sejak tahun



            83  Hal ini berfokus dalam tujuh isu: 1. Reforma agraria, 2. Sumber
               keanekaragaman hayati dan genetik, 3. Ketahanan pangan dan
               perdagangan, 4. Wanita, 5. Hak asasi manusia, 6. Migrasi dan buruh
               desa dan 7. Kelangsungan agrikultur petani.
            84  Gagasan ketahanan pangan ini juga beresonansi dengan konsep
               Bello yaitu “deglobalization” (Bello 2002).


            182
   191   192   193   194   195   196   197   198   199   200   201