Page 198 - Gerakan-gerakan Agraria Transnasional
P. 198
GERAKAN AGRARIA TRANSNASIONAL
Lanjutan dari bab ini terdiri dari bagian sebagai
berikut: bagian selanjutnya membahas CGAR, fokus pada
mengapa dan bagaimana CGAR muncul menjadi sebuah
kampanye penting, lalu menganalisa dampak-dampaknya.
Bagian keempat membahas isu-isu yang menjadi per-
debatan dalam menentukan keputusan di Via Campesina
dan kemungkinan masa depan trayek dari CGAR,
kemudian baru diikuti oleh kesimpulan.
Global Campaign For Agrarian Reform (Cgar)
Enam tahun setelah berdiri, tepatnya pada tahun
1999-2000, Via Campesina meluncurkan CGAR. Pada
waktu yang sama ketika itu terjadi serangan neoliberal
terhadap Reforma Agraria. Kebijakan menyangkut agraria
dibahas kembali dalam agenda resmi di institusi
internasional dan di banyak negara-bangsa dengan berbagai
argumentasi dan alasan. (see, e.g., Akram Lodhi et al. 2007;
Rosset et al. 2006; Bernstein 2002; Byres 2004a, 2004b;
Griffin et al. 2002; Ghimire 2001; Borras et al. 2007a).
Berangkat dari perdebatan mengenai reforma agraria klasik,
mulai muncul perhatian terhadap kebijakan pertanahan
yang didominasi oleh orientasi pro-pasar. Kampanye Via
Campesina adalah reaksi langsung pada model neoliberal,
yaitu Reforma Agraria yang dipandu oleh pasar atau
dikenal juga dengan Market-Led Agrarian Reform
(MLAR).
Dalam ekonomi mainstream, masalah kebijakan
pertanahan pada masa lalu, yang terkait dengan meng-
alokasikan (ulang) sumber daya tanah adalah peran negara,
pandangan ini menyebabkan terjadinya distorsi pasar tanah
yang menghasilkan terjadinya “insecure” hak kepemilikan
dan investasi di ekonomi pedesaan. Mereka sering
mengatakan (contohnya terjadinya pengurangan hak
kepemilikan pribadi secara jelas) sebagai “bukti” dari
184

