Page 238 - Kembali ke Agraria
P. 238

Kembali ke Agraria

               struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan ta-
               nah untuk mencapai kesejahteraan dan keadilan sosial. Ini adalah
               upaya besar seluruh komponen bangsa. Kita secara bersama-sama
               harus mengusahakan tersedianya semua syarat yang diperlukan.


               Lima agenda
                   Di kesempatan lain, dalam “Sambutan Kepala BPN pada
               Upacara Bendera dalam Rangka Peringatan UUPA ke-45 dan Bulan
               Bhakti Agraria Tahun 2005” (24/09/05), telah diguratkan sebelas
               agenda konkret untuk lima tahun ke depan. Saya menggarisbawahi
               lima agenda mendesak dengan dibubuhi elaborasi ringkas. Pertama,
               memastikan penguatan hak-hak rakyat atas tanah. Ini diperlukan
               karena rakyat selalu berposisi lemah dalam memenuhi haknya.
               Rakyat rentan digusur dan didera kesewenangan di lapangan agraria.
               Redistribusi tanah bagi kaum tani (rakyat) miskin dan legalisasi tanah
               yang digarap rakyat relevan dalam agenda ini.
                   Kedua, menangani dan menyelesaikan perkara, masalah, seng-
               keta, dan konflik pertanahan di seluruh Indonesia secara sistematis.
               Sering diungkap penyelesaian konflik agraria ialah agenda pokok
               reforma agraria. Desain kerja yang jelas-sistematis, kelembagaan yang
               kuat-kredibel, serta sumberdaya yang mahir-terpercaya jadi pra-sya-
               rat agenda ini. Ketiga, menangani masalah KKN serta meningkatkan
               partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. Korupsi, kolusi dan
               nepotisme adalah musuh bersama. Birokrasi harus terbebas dari
               korupsi dan aparat yang korup mesti diamputasi agar tak berlaku
               pepatah “akibat nila setitik rusak susu sebelanga”. Partisipasi dan
               pemberdayaan masyarakat diwujudkan dengan melibatkan aktif
               organisasi rakyat dalam reforma agraria.
                   Keempat, membangun data-base penguasaan dan pemilikan tanah
               skala besar. Keberadaan dan akurasi data objek-objek reform menjadi
               pra-syarat keberhasilan reform. Pengadaan data dan informasi objek
               dan subjek reform mesti dilakukan dengan sistematis dan proses serta
               hasilnya bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun sosial,


                                                                        219
   233   234   235   236   237   238   239   240   241   242   243