Page 233 - Kembali ke Agraria
P. 233
Pikiran Rakyat, 28 September 2005
Mengidamkan Reforma Agraria
ENIN (26/9/05) Kota Bandung didatangi ratusan petani yang
Sbermaksud memperingati Hari Agraria atau Hari Tani Nasional
2005. Selain di Bandung, peringatan hari tani digelar di banyak
tempat dalam berbagai cara.
Secara umum, peringatan Hari Agraria 2005 bermuara pada
tuntutan pelaksanaan reforma (pembaruan) agraria, penyelesaian
konflik agraria, dan penghentian kekerasan terhadap rakyat —kaum
tani, nelayan, masyarakat adat, buruh dan kaum miskin kota.
Di penghujung 1998, Deklarasi Pembaruan Agraria KPA
menggariskan bahwa: “Kekeliruan pembangunan yang mendasar
adalah tidak ditempatkannya pembaruan agraria yang berupa
penataan kembali penguasaan, penggunaan, pemanfaatan, perun-
tukan dan pemeliharaan sumber-sumber agraria sebagai prakondisi
dari pembangunan”. Pembaruan agraria dipercayai pula sebagai
proses perombakan dan pembangunan kembali struktur sosial ma-
syarakat, khususnya masyarakat pedesaan, sehingga tercipta dasar
pertanian yang sehat, terjaminnya kepastian penguasaan atas tanah
bagi rakyat sebagai sumberdaya kehidupan mereka, sistem kesejah-
teraan sosial dan jaminan sosial bagi rakyat pedesaan, serta penggu-
naan sumber daya alam sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Terdapat empat hal mendasar agraria yang menurut hemat
penulis sungguh harus memperoleh jalan keluar. Pertama, soal
penguasaan tanah dan kekayaan alam yang didasari pada sekto-
214

