Page 153 - Pengembangan Kebijakan Agraria: Untuk Keadilan Sosial, Kesejahteraan Masyarakat dan Keberlangsungan Ekologis
P. 153

Pengembangan Kebijakan Agraria untuk Keadilan Sosial, Kesejahteraan Masyarakat dan Keberlanjutan Ekologis

            gaji rata-rata Rp.1.500.000 – 2.000.000/ bulan dengan kerja
            dari pukul 06.00 hingga 18.00 ditambah lembur. Lalu apa yang
            menjadi alasan mereka beralih dari penyadap karet dan nelayan
            menjadi buruh perusahaan tambang? Apa pula alasan mereka
            melepas sebagian tanah nya untuk dieksploitasi oleh perusahaan
            pertambangan? Jawabannya hampir sama, yaitu mereka lebih
            memilih pekerjaan dengan pendapatan tetap, selain itu alasan
            yang dikemukakan adalah karena tidak bisa menolak kebijakan
            yang sudah diatur oleh pemerintah daerah.
                Bagi petambak desa Rampa dan Tanjung Mangkuk yang berada
            dipesisir, dampak masuknya tambang ke pulau mereka jauh lebih
            buruk dibandingkan dengan masyarakat yang menggantungkan
            hidupnya pada perkebunan dan hutan. Hal ini dikarena, aktivitas
            tambang telah menghentikan budidaya tambak dalam waktu
            yang singkat. Sebelum ada PT. SILO datang ke pulau ini, banyak
            petani tambak bandeng dan udang, nener didapatkan di sepanjang
            mangrove di Desa Tanjung Mangkuk dan Desa Rampa. Saat ini
            nener itu sudah tidak ada karena air nya sudah tercampur dengan
            bijih besi. Selain itu, mangrove ditebangi oleh perusahaan yang
            salah satunya diperuntukan sebagai saluran air PT. SILO. Saluran
            ini menggunakan mesin, yang pada akhirnya menyebabkan
            udang di tambak sekitarnya tidak bisa panen dikarenakan udang
            terganggu dengan bisingnya. Selain itu, perusahaan menggunakan
            berbagai cara untuk membungkam para petambak yang melakukan
            protes dan meminta ganti rugi. Berbagai cara ini salah satunya
            menggunakan aparat untuk mengkriminalkan mereka.
                Pada awalnya tentu saja banyak perusahaan yang memberikan
            janji akan kemudahan akses menjadi tenaga kerja buruh dalam
            perusahaan, tetapi pada kenyataannya banyak yang tidak sesuai
            dengan janji manis tersebut. Masyarakat menjadi kecewa

                                    — 134 —
   148   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158