Page 169 - Pengembangan Kebijakan Agraria: Untuk Keadilan Sosial, Kesejahteraan Masyarakat dan Keberlangsungan Ekologis
P. 169

Pengembangan Kebijakan Agraria untuk Keadilan Sosial, Kesejahteraan Masyarakat dan Keberlanjutan Ekologis

            hal-hal yang menjadi prioritas implementasi reformasi ala kebijakan
            bank Dunia adalah; sertifikasi tanah, kadastral, pencatatan tanah,
            memfasiltasi jual-beli tanah, redistrubusi tanah yang dijalakan sesuai
            arah pasar atau berbasis tawar-menawar (negoisasi), memberikan
            dukungan kredit, asistensi teknis dan pemasaran. (Rosset, 2004;
            Deninger and Binswanger, 2001, 2003 dll).
                Namun demikian, banyak studi menunjukkan bahwa model
            kebijakan pertanahan ala Bank Dunia ini dinilai gagal melihat
            penyebab dasar kemiskinan dan menyelesaikan kasus pengusiran
            petani dari desa dan lahan pertaniannya (Borras 2003, et.al 2001).
            Sebaliknya agenda sertifikasi justru menyebabkan, hilangnya tanah-
            tanah rakyat, sebagaimana terjadi di Thailand, dan melahirkan
            konflik seperti di Meksiko. Selain itu, model solusi-solusi berbasis
            pasar cenderung men-depolitisasi problem ketiadaan kepemilikan
            tanah (landless) yang sesungguhnya hanya bisa dipecahkan dengan
            melakukan perubahan struktural, yang meniscayakan perubahan di
            ranah politik ketimbang dalam ranah pasar (Roseett 2002, 2004).
            Yang paling penting adalah, kegagalan kebijakan pertanahan ala
            Bank Dunia ini karena kebijakan tersebut dijalankan dalam iklim
            neoliberal, sehingga bertentangan dengan bentuk-bentuk pertanian
            skala kecil, berbasis keluarga. Maka tak heran sulit diharapakan
            usaha-usaha tersebut dapat memberi perubahan mendasar dan
            struktural bagi nasib petani gurem, nelayan kecil dan kaum miskin
            lainnya di pedesaan (Borras, 2005).








               survey kadastral, dan registrasi tanah”. Al-Ghonemy, “Persoalan Reform
               Agraria......Op.Cit, hlm. 63.

                                    — 150 —
   164   165   166   167   168   169   170   171   172   173   174