Page 216 - Reforma Agraria (Penyelesaian Mandat Konstitusi)
P. 216

M. Nazir Salim & Westi Utami

            tersimpan dengan rapi agar ATR/BPN tidak mengalami kekalahan dalam
            sidang peradilan.

                Terhadap tanah yang sudah ditetapkan sebagai Tanah Terlantar maka
            berimplikasi terhadap hapusnya hak atas tanah. Kondisi ini menegaskan
            bahwa sudah terjadi pemutusan hubungan hukum antara pemegang hak
            terhadap tanah, sehingga terhadap tanah yang sudah ditetapkan sebagai
            tanah negara maka tanah tesebut lengsung menjadi Tanah Negara. Dalam
            PP No. 11/2010 Pasal 10 menyebutkan bahwa terhadap seluruh luasan tanah
            apabila ditetapkan terlantar maka pemegang hak sudah tidak memiliki
            hubungan hukum dengan tanah tersebut, namun apabila hanya sebagian
            dari tanah yang ditetapkan terlantar maka hak atas tanahnya dihapuskan,
            diputuskan hubungan hukumnya dan ditegaskan menjadi tanah yang
            dikuasai langsung oleh negara dan selanjutnya kepada bekas pemegang
            hak diberikan kembali atas bagian tanah yang benar-benar diusahakan,
            dipergunakan, dan dimanfaatkan sesuai dengan keputusan pemberian
            haknya.
                Sementara apabila tanah yang terlantar hanya mencakup 25% maka
            kepada pemegang hak hanya mengajukan permohonan revisi luas atas
            bidang tanah yang benar-benar digunakan dan dimanfaatkan sesuai
            dengan keputusan pemberian haknya. Terhadap tanah yang sudah dite-
            tapkan menjadi Tanah Terlantar dan menjadi tanah negara, selanjutnya
            menjadi Tanah Cadangan Umum Negara (TCUN). Pendayagunaan
            TCUN dapat didayagunakan untuk kepentingan masyarakat dan negara
            melalui Reforma Agraria dan program strategis negara serta untuk
            cadangan negara lainnya.

                Potensi Tanah Obyek Reforma Agraria dari tanah terindikasi terlan-
            tar di Provinsi Sumatera Selatan tersebar pada 3 kabupaten, yaitu Kabu-
            paten Lahat, Musi Banyuasin, dan Musi Rawas. Tanah terindikasi
            terlantar tersebut tersebar di 10 (sepuluh) lokasi dengan luas total 1.014,805
            Ha (Kanwil BPN Sumsel, Agustus 2018). Adapun data terkait tanah
            terlantar di Sumatera Selatan disajikan pada tabel berikut:






              188
   211   212   213   214   215   216   217   218   219   220   221