Page 219 - Reforma Agraria (Penyelesaian Mandat Konstitusi)
P. 219

Reforma Agraria: Menyelesaikan Mandat Konstitusi

               ATR/BPN/2016 tentang Penetapan Tanah Terlantar yang berasal dari
               sebagian HGU No. 9/Musi Rawas atas nama PT. PP London Sumatera
               Indonesia, Tbk terletak di Desa Tanjung Raja, Belani, dan Pauh,
               Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan,
               sesuai dengan hasil identifikasi dan Penelitian Tanah Hak Guna Usaha
               yang dituangkan dalam Berita Acara Identifikasi dan Penelitian Tanah
               Hak Guna Usaha Tanggal 22 April 2015 menyatakan bahwa PT. PP Lon-
               don Sumatera Indonesia, TBK  masih menelantarakan sebagian tanahnya,
               yaitu seluas 281,81 Ha dari luas areal 7.182 hektar. Kondisi eksisting yang
               terjadi yakni sebagian tanah yang tidak diusahakan oleh perusahaan telah
               dikuasai oleh masyarakat sebagai kebun masyarakat. Terhadap tanah yang
               sudah dikuasai oleh masyarakat tersebut pihak perusahaan melepaskan
               tanah yang ada, untuk selanjutnya sesuai dengan Peraturan Pemerintah
               No. 40/1996 tentang HGU, HGB, dan Hak Pakai atas tanah apabila
               pemegang hak melepaskan haknya secara sebagian atau seluruhnya
               untuk pihak lain maka hubungan hukumnya akan hilang.

                   Selain itu hasil verifikasi lapangan yang dilakukan oleh Kanwil BPN
               menunjukkan bahwa di Desa Pauh, ditemukan penggunaan lahan di
               lokasi tanah terlantar bekas HGU No. 9/Musi Rawas PT. PP London
               Sumatera Indonesia, Tbk. yakni perkebunan sawit non-produktif,
               perkebunan karet produktif, dan semak belukar. Hasil verifikasi lapangan
               yang dilakukan Tim GTRA menunjukkan bahwasannya tanah bekas HGU
               yang diterlantarkan oleh PT London Sumatera Indonesia Tbk disajikan
               sebagaimana gambar 27. Terhadap tanah terlantar ini maka dapat
               dilakukan pendayagunaan tanah terlantar melalui Rforma Agraria,
               namun sebelumnya harus dilakukan identifikasi dan verifikasi terkait
               masyarakat dan luasan tanah yang akan diredistribusikan dalam pro-
               gram Reforma Agraria. Penertiban dan pendayagunaan tanah terlantar
               bekas eks HGU di Sumatera Selatan untuk alokasi Reforma Agraria
               memiliki progress yang cukup baik apabila dibandingkan wilayah lain.
               Pada tahun 2017 tanah seluas 5.400 hektar dilakukan penetapan sebagai
               tanah terlantar yang dialokasikan untuk cadangan tanah negara,
               redistribusi tanah kepada masyarakat melalui reforma agraria  dan
               keperluan program strategis negara.

                                                                         191
   214   215   216   217   218   219   220   221   222   223   224