Page 224 - Reforma Agraria (Penyelesaian Mandat Konstitusi)
P. 224

M. Nazir Salim & Westi Utami

            kehutanan juga beragam dengan melibatkan berbagai pihak diantaranya
            masyarakat vs pemerintah dalam hal ini Kementerian LHK, masyarakat
            vs pemodal/pengusaha, masyarakat vs perhutani, dan masyarakat vs
            masyarakat. Tingginya angka konflik ini tidak terlepas dari faktor tidak
            adanya kejelasan terhadap status tanah dalam kawasan hutan dan tidak
            adanya kejelasan status penguasaan tanah dalam kawasan hutan serta
            batas kawasan hutan.

                Kelima: dengan adanya perpres tersebut maka membuka peluang
            dan harapan masyarakat untuk mendapatkan akses terhadap modal serta
            pendampingan dari pemerintah/NGO/perusahaan dalam bentuk CSR.
            Skema penyelesaian penguasaan tanah dalam kawasan hutan yang selan-
            jutnya diajukan sebagai inventarisasi sumber TORA, dengan harapan
            tidak hanya berhenti pada pelepasan tanah kawasan hutan oleh KLHK
            semata namun ditindaklanjuti dalam skema Reforma Agraria dan serti-
            pikasi tanah. Ketika masyarakat mendapatkan skema Reforma Agraria
            yakni asset dan akses reform maka kegiatan pendampingan dan bantuan
            permodalan bagi pengembangan usaha dapat diberikan. Dalam konteks
            ini maka keadilan terhadap penguasaan, pemilikan, penggunaan dan
            pemanfaatan tanah bagi masyarakat dapat terwujudkan.

                Keenam; Reforma Agraria yang berasal dari kawasan hutan ini dapat
            menjadi harapan bagi penciptaan lahan yang dapat ditujukan untuk
                                                                      8
            mewujudkan swasembada dan terwujudkan ketahanan pangan . Pro-
            gram pencapaian ketahanan pangan dan kedaulatan merupakan salah
            satu agenda nawacita yang dicanangkan oleh presiden Jokowi. Salah satu
            permasalahan yang dihadapai untuk mewujudkan ketahanan pangan ini


                8  Ketahanan memiliki batasan rumusan yang didalamnya terdapat butir-butir
            penting yakni (1). Terpenuhinya kebutuhan pangan bagi negara hingga tingkat
            perseorangan; (2) tolok ukur dikatakan terpenuhinya kebutuhan pangan terdiri
            atas beberapa aspek yakni dari sisi kuantitas atau jumlahnya tercukupi, dari sisi
            kualitas yakni mutu baik tanaman dikonsumsi serta memenuhi kebutuhan gizi,
            dan memenuhi tolok ukur makanan tersebut tidak bertentangan dengan kaidah
            agama, keyakinan dan budaya masyarakat dan memenuhi dari aspek sisi
            keterjangkauan ekonomi, ketercukupan untuk seluruh pelosok negeri oleh
            masyarakat; (3) penyediaan dan keterjangkauan pangan ini bertujuan agar
            masyarakat  hidup sehat, aman dan produktif secara berkelanjutan (Suryana 2014).

              196
   219   220   221   222   223   224   225   226   227   228   229