Page 227 - Reforma Agraria (Penyelesaian Mandat Konstitusi)
P. 227

Reforma Agraria: Menyelesaikan Mandat Konstitusi

               keempat, menjelaskan terkait bagaimana tata cara dan skema permo-
               honan; kelima, tata cara mengenai penegasan tata batas; keenam, dalam
               kegiatan ini petugas juga memberikan penjelasan terkait bagaimana
               melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan
               inventarisasi dan verifikasi oleh masyarakat.

                   Pada tahun 2018, sosialisasi dilakukan sejak bulan Mei sejak aturan
               pelaksana Inver PTKH dikeluarkan (Permenko No. 3/2018), dan kemudian
               secara bertahap, Juli-September berkas usulan dari masyarakat sudah
               masuk ke BPKH. Setelah berkas masuk, seharusnya, akan dilakukan cek
               berkas secara teliti agar memudahkan tim/regu inver yang akan turun
               ke lapangan, namun faktanya, karena baru pertama kali, berkas yang
               masuk dari beberapa kabupaten tidak sesuai, bahkan ada beberapa desa
               yang tidak mengusulkan. Terhadap situasi tersebut, Tim Inver tetap turun
               ke lapangan, bahkan sebagian Tim Inver membantu mengerjakan usulan-
               nya secara langsung di lapangan bersama masyarakat. Idealnya, berkas
               usulan yang tidak lengkap dan tidak sesuai dikembalikan oleh Panitia
               Tim Inver, akan tetapi karena keterbatasan waktu, Tim Inver Sumatera
               Selatan tidak melakukannya.

                   Sebagaimana dimandatkan di dalam Permenko No. 3/2018, telah
               mengatur bahwasanya masyarakat, kepala desa atau ketua masyarakat
               hukum adat memiliki tanggungjawab untuk menyusun pengusulan
               penguasaan tanah dalam kawasan hutan. Regulasi ini memberikan kele-
               luasaan dalam konteks pengusulan dan permohonan inventarisasi dan
               verifikasi penguasaan tanah dalam kawasan hutan. Masyarakat yang
               menguasai tanah harus terlibat secara langsung di dalam menyusun
               dokumen pengusulan penguasaan tanah di dalam kawasan hutan. Dari
               usulan masyarakat kemudian kepala desa memiliki tugas untuk meng-
               himpun dalam satu usulan kepada bupati, dan bupati yang mengusulkan
               kepada gubernur lewat Tim Inver Provinsi.
                   Merujuk pada peraturan tersebut bahwa desa dalam hal ini kepala
               desa dan atau kepala instansi/badan sosial atau keagamaan/masyarakat
               hukum adat yang mengusulkan permohonan kegiatan inventarisasi dan
               verifikasi harus melengkapi beberapa dokumen diantaranya adalah:

               1.  Formulir permohonan kegiatan inventarisasi dan verifikasi penguasaan

                                                                         199
   222   223   224   225   226   227   228   229   230   231   232