Page 242 - Reforma Agraria (Penyelesaian Mandat Konstitusi)
P. 242

M. Nazir Salim & Westi Utami

               kegiatan inver perlu dilakukan. Hal ini memungkinkan karena
               permasalahan dalam kawasan hutan sebagaimana diatur dalam
               peraturan perundang-undangan merupakan salah satu kewenangan
               pemerintah daerah. Melalui pembiayaan dari APBD ini diharapkan
               proses inventarisasi yang dilakukan akan lebih maksimal.  Di sisi lain,
               kegiatan ini menyangkut hak kewarganegaraan yang ada di daerah,
               artinya pemda layak untuk dilibatkan lebih jauh, minimal membantu
               secara maksimal proses sosialisasi atau pendampingan masyarakat
               saat mengusulkan lahannya kepada Tim Inver.

            2. Sosialisasi Kegiatan Inver
               Terbatasnya sosialisasi yang dilakukan BPKH berdampak terhadap
               terbatasnya usulan kegiatan inver yang diusulkan masyarakat. Untuk
               mengatasi hal ini maka perlunya keterlibatan Pemerintah Daerah
               melalui aparatnya di bawah yakni kecamatan dan pihak desa untuk
               turut aktif melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.
               Sosialisasi yang dilaksanakan langsung dari pihak pemerintah desa/
               pemerintah kecamatan kepada masyarakat dirasa akan lebih efektif
               dan lebih serentak dilakukan di semua pedesaaan yang lahan dan
               pemukimannya masuk dalam kawasan hutan. Sosialisasi yang dila-
               kukan juga perlu diberikan edukasi dan pendampingan terhadap
               tahapan yang perlu dilakukan dalam proses inver.

            3. Keterlibatan Pemerintah Daerah
               Dalam UU No. 23 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah menye-
               butkan bahwa, permasalahan terkait kawasan hutan merupakan
               Kewenangan Pemerintah Provinsi, hal ini juga ditekankan dalam
               Perpres 88/2017 yang menyebutkan bahwa Pembentukan Tim
               Inventarisasi berada di pemerintah provinsi sedangkan kawasan
               hutan berada di wilayah kabupaten. Mengacu pada peraturan
               tersebut segala kegiatan yang berkaitan dengan kawasan hutan
               tentunya memerlukan peran aktif pemerintah kabupaten.

            4. Pendampingan dan Pemetaan Partisipatif
               Bahwasanya di dalam menyusun dokumen pengajuan penyelesaian
               penguasaan tanah dalam kawasan hutan dibutuhkan beberapa
               dokumen yang harus dilengkapi oleh masyarakat. Pendampingan

              214
   237   238   239   240   241   242   243   244   245   246   247