Page 124 - Jalan Penyelesaian Persoalan Agraria: Tanah Bekas Hak, Pengakuan Hukum Adat, Penataan Tanah Batam, Percepatan Pendaftaran Tanah, dan Integrasi Tata Ruang
P. 124

Menata Tanah Kota Batam ...     107

            saat ini sedang diperjuangkan untuk terlepas dari Hak Pengelolaan
            BP  Batam.  Rumpun  Khasanah  Warisan  Batam  (RKWB),  Lembaga
            Swadaya Masyarakat, sangat gigih memperjuangkan  hal ini. Kepu-
            tusan Walikota Batam yang menyatakan bahwa wilayah Kampung
            Tua  tidak  direkomendasikan  untuk  diberikan  Hak  Pengelolaan
            kepada Otorita Batam apabila dikaji bertentangan dengan Keputusan
            Presiden Nomor 41 Tahun 1973 yang menetapkan seluruh areal Pulau
            Batam  diberikan  Hak  Pengelolaan  kepada  Otorita  Batam.  Oleh
            karena itu masyarakat masih belum merasa nyaman karena wilayah
            pemukimannya  belum  mempunyai  kepastian  hukum.  Masyarakat
            yang pernah menguasai Kampung Tua dan sekitarnya yaitu 39 titik
            Kampung Tua di Kota Batam dan 98 titik Kampung Tua di sekitar
            Batam  melalui  organisasi  RKWB  berkirim  surat  ke  Presiden  Joko
            Widodo dengan suratnya Nomor 053/RKWB/IV/2015 tanggal 21 April
            2015 yang isinya menuntut hal-hal sebagai berikut:
            1)  Menuntut Badan Pengusahaan  Batam agar mengeluarkan 33 titik
               Kampung Tua di Kota Batam dari Hak Pengelolaan BP Batam dan
               menyerahkan penyelesaian kepada Pemerintah Kota Batam;
            2)  Menuntut agar legalitas dan sertipikasi 33 Kampung Tua sudah
               selesai  paling  lambat  6  (enam)  bukan  setelah  Hari  Marwah  II
               Kampung Tua dilaksanakan;
            3)  Apabila  kedua  butir  tuntutan  tersebut  tidak  dipenuhi,  maka
               masyarakat 33 Kampung Tua menuntut BP Batam dibubarkan.
                 Atas  surat  dari  masyarakat  Kampung  Tua  yang  diwakili  oleh
            Rumpun  Khasanah  Waris  Melayu  tersebut  Presiden  Joko  Widodo
            menanggapi melalui surat yang ditanda tangani oleh Deputi Bidang
            Hubungan Kelembagaan dan Kemasyarakatan Kementerian Sekreta-
            riat Negara Nomor B.2593/Kemensetneg/D-3/DM.05/05/2015 tanggal
            12 Mei 2015 yang intinya memerintahkan Gubernur Kepulauan Riau,
            Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Kepulauan Riau,
            dan Kepala Badan Pengusahaan Batam untuk membuat kajian dalam
            rangka penyelesaian.
                 Penelitian  tentang  permasalahan  pertanahan  di  Kota  Batam
            telah dilaksanakan oleh Tim Peneliti STPN pada Tahun 2015. Pene-
            litian tersebut menghasilkan kesimpulan, antara lain:
   119   120   121   122   123   124   125   126   127   128   129