Page 209 - Jalan Penyelesaian Persoalan Agraria: Tanah Bekas Hak, Pengakuan Hukum Adat, Penataan Tanah Batam, Percepatan Pendaftaran Tanah, dan Integrasi Tata Ruang
P. 209

192    Sri Kistiyah, Rochmat Martanto, A.H. Farid

            ruang  yang  terintegrasi  dengan  perencanaan  pembangunan  yang
            disinkronkan  dengan  penegakan  peraturan  dalam  rangka  pengen-
            dalian tata ruang. Sampai dengan level RTR kabupaten/kota, upaya
            pemerintah  dalam  meningkatkan  kualitas  RTR  yang  direpresen-
            tasikan  melalui  peta  (informasi  geospasial/IG)  RTR  sudah  sangat
            cepat dan baik misalnya dengan mengeluarkan standar prosedur atau
            pedoman  penyusunan  Peta  RTR  yang  lebih  operasional  dengan
            memasukkan  aspek  fisik,  ekonomi,  dan  sosial  budaya  termasuk
            didalammya aspek bencana sebagai salah satu indikator dalam kate-
            gori  aspek  fisik  yang  tertuang dalam  Peraturan Menteri  Pekerjaan
            Umum Nomor  20 Tahun 2007.
                 Pedoman ini mensyaratkan bahwa dalam penyusunan pola dan
            struktur ruang menggunakan IG (dasar dan tematik), IG digunakan
            sebagai dasar referensi geometris untuk seluruh IG tematik baik itu
            tematik  dasar  (misal:  geologi,  jenis  tanah,  klimatologi,  pengunaan
            lahan), tematik analisis (misal: rawan bencana), dan tematik sintesis
            (misal: satuan kemampuan lahan/ SKL). Pemerintah secara kontinyu
            mengantisipasi  sekaligus  mempersiapkan  instrumen  penyusunan
            tata  ruang,  penyelanggaraan  tata  ruang  sampai  level  RTR  kabu-
            paten/kota dipandang masih merupakan perencanaan makro yang
            belum mampu digunakan sebagai landasan operasional implemen-
            tasi pembangunan.
                 Menurut  keterangan  dari  salah  satu    pejabat  di  Bappenas
            (Ichwan),   perencanaan yang dilakukan selama ini di lokasi penelitian
            bahwa urusan tata ruang kewenangan ada di Kantor Pekerjaan Umum
            dan Pemerintah Daerah masing-masing dan dalam menyiapkan pem-
            bangunan  kota sudah  menggunakan  perencanaan  yang baik sesuai
            dengan aturan, yaitu memenuhi prinsip-prinsip kota, yaitu:
            1.  Mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan
            2.  Terintegrasi dengan semua aspek kota, seperti transportasi, saran
               publik, mitigasi bencana, dan sebagainya.
            3.  Terintegrasi dengan perencanaan biaya.
            4.  Melibatkan mitra dan stakeholder.
            5.  Sesuai dengan prinsip-prinsip tentang tata kawasan dan hunian.
            6.  Mendukung respons pasar terhadap kawasan tersebut.
            7.  Mendukung akses menuju ke kawasan tersebut.
   204   205   206   207   208   209   210   211   212   213   214