Page 220 - Jalan Penyelesaian Persoalan Agraria: Tanah Bekas Hak, Pengakuan Hukum Adat, Penataan Tanah Batam, Percepatan Pendaftaran Tanah, dan Integrasi Tata Ruang
P. 220

Integrasi Perecanaan Tata Ruang dan Pertanahan ...     203

               Tata Kerja Badan Pertanahan Nasional dimana ketugasan tentang
               Tata Ruang belum disesuaikan dengan Organisasi dan Tata Kerja
               Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional
               sesuai  dan  Peraturan  Menteri  Agraria  dan  Tata  Ruang/  Kepala
               Badan Pertanahan Nasional Nomor 8 Tahun 2015 tentang Orga-
               nisasi dan Tata Kerja Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan
               Pertanahan Nasional.

            Saran
            1.  Perencanaan  yang  komprehensip  harus  mempunyai  pandangan
               yang jauh ke depan. Keterpaduan dalam perencanaan, pelaksa-
               naan  dan  pembangunan  harus  diwujudkan  dalam  kenyataan,
               dengan  mengesampingkan  arogansi  sektoral  dan  egosentrisme
               wilayah yang cenderung menggunakan kaca  mata kuda.
            2.  Alternatif  perencanaan  dan  evaluasinya  yang  tajam  selayaknya
               digarap dengan tuntas lebih dahulu, sebelum pemerintah daerah
               menempuh  sikap  untuk  rancangan  dan  pelaksanaan  pem-
               bangunan.
            3.  Peran serta dalam proses perencanaan Tata Ruang wilayah harus
               benar-benar diperhatikan.
            4.  Integrasi dalam bentuk yang harmonis dalam perencanaan tata
               ruang, harus dilakukan secara terkoordinasi.
            5.  Harus  ada  keberanian  dari  Kementerian  Agraria  dan  Tata  Ru-
               ang/Badan Pertanahan Nasional untuk mengintegrasikan penata-
               an ruang dan pertanahan dalam satu kewenangan, yaitu di Ke-
               menterian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.
   215   216   217   218   219   220   221   222   223   224   225