Page 305 - Pembentukan Kebijakan Reforma Agraria, 2006-2007 Bunga Rampai Perdebatan
P. 305

M. Shohibuddin & M. Nazir S (Penyunting)




                               Tukar Menukar Kawasan Hutan


                     Kegiatan tukar-menukar didasarkan Kptsn Menhut No 292/Kpts-II/1995
                     yang hanya dapat diperbolehkan untuk kegiatan:
                       –  Pembangunan proyek-proyek untuk kepentingan umum terbatas oleh instansi
                        pemerintah;
                       –  Pembangunan proyek strategis;
                       –  Menghilangkan enklave dalam rangka memudahkan pengelolaan kawasan hutan;
                       –  Menyelesaikan pendudukan tanah kawasan hutan tanpa izin Menteri Kehutanan;
                       –  Memperbaiki batas kawasan hutan.
                     Mekanisme mengacu pada ketentuan Pasal 19 ayat (1) atau (2) UU No.
                     41 tahun1999 :ta u  999
                       –  Perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan ditetapkan oleh Pemerintah
                        berdasarkan penelitian terpadu;
                       –  Perubahan peruntukan kawasan hutan yang berdampak penting, cakupan luas dan
                        bernilai strategis ditetapkan oleh Pemerintah berdasarkan persetujuian DPR;











                                 Pinjam Pakai Kawasan Hutan


                     Dilakukan terhadap penggunaan kawasan hutan yang sifatnya “sementara”
                     untuk kepentingan sektor lain tetapi tidak mengganggu fungsi pokok kawasan
                     hutannya. y
                     Pertambangan
                        –  Pada HL dan HP. Khusus untuk pertambangan dengan pola penambangan terbuka
                          di hutan lindung dilarang.
                        –  Mengacu pada SKB Menhut dan Mentamben No 429//Kpts-II/1989 dan No
                          969.K/05/M.PE/1989. Terbitnya UU 41/1999 maka kegiatan pertambangan di
                          dalam kawasan hutan lebih dibatasi. Hal ini dimaksudkan agar kerusakan hutan
                          dapat lebih dikurangi.
                     Non Pertambangan
                        –  Meliputi kegiatan : (i) kepentingan religi; (ii) hankam; (iii) pembangunan
                          ketenagalistrikan dan instalasi teknologi energi terbarukan; (iv) pembangunan
                          jaringan telekomunikasi; (v) pembangunan jaringan instalasi air; (vi) jalan umum
                          dan jalan (rel) kereta api; (vii) saluran air bersih dan atau air limbah; (viii)
                          pengairan; (ix) bak penampung air; (x) fasilitas umum; (xi) repeater
                          telekomunikasi; (xii) stasiun pemancar radio; atau (xiii) station relay televisi.


            258
   300   301   302   303   304   305   306   307   308   309   310