Page 300 - Pembentukan Kebijakan Reforma Agraria, 2006-2007 Bunga Rampai Perdebatan
P. 300
Pembentukan Kebijakan Reforma Agraria 2006-2007
ΖΣΓΒΟΕΚΟΘΒΟ͑΅ͼ͑ΕΒΟ͑ΖΟΦΟΛΦΜΒΟ͑ͼ͑ͳΒΣΦ͑
͙ͤ͑ΣΠΧ͑ΞΖΟΘΘΦΟΒΜΒΟ͑ΕΒΥΒ͑΅ͼ͚
160,000
,
140,000
36046 22796
120,000
HPK
100,000
33867 36643 HP
80,000 HPT
30526 22453 HL
60,000
HSAW-TN
31592
40
,
40 000000 315 92
30316
20,000
18125 23373
0
TGHK Penunjukan Baru
1) Provinsi Riau, Kepri dan Kalimantan Tengah masih menggunakan TGHK
2) Termasuk HPK di Riau + Kepri seluas + 4.770.085 Ha dan Kalteng seluas + 4.302.181 Ha.
PENDAHULUAN
Pengelolaan hutan Indonesia didasarkan atas
komitmen :
UUD
P
(
:
– Di ti k t i l UUD 1945 (Pasal l 33) UU No.
1945
N
Di tingkat nasional
33)
,
UU
5/1990, UU No. 24/1992, UU No. 6/1994 tentang
Perubahan Iklim, UU No. 41/1999 dan UU No. 32/1997
tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.
– Di tingkat global : al. KTT Bumi (UNCED) 1990 yang
tertuang antara lain dalam Deklarasi Rio dan Agenda 21,
pedoman ITTO tahun 1990 tentang Pengelolaan Hutan
2000
,
serta
Lestari serta Kyoto Protocol tahun 2000.
Lestari
Kyoto
tahun
Protocol
– Di tingkat lokal : menghormati hak-hak atau perijinan
yang telah diberikan kepada pihak ketiga (pemegang
HPH-HTI) kepastian hukum dan kepastian berusaha,
tidak bisa semena-mena berikan areal ke pihak lain.
253

