Page 296 - Pembentukan Kebijakan Reforma Agraria, 2006-2007 Bunga Rampai Perdebatan
P. 296
Pembentukan Kebijakan Reforma Agraria 2006-2007
luas hutan produksi yang tidak produktif dikembangkan
untuk hutan tanaman industri (HTl) yang pada akhir tahun
2009 ditargetkan seluas 9 juta hektar. Dari luasan itu, 5,4
juta hektar atau 60 persen dialokasikan untuk hutan ta-
naman industri rakyat (HTI-R), yaitu HTI yang dikelola
bersama masyarakat, dan sisanya murni HTl. Melalui upaya
ini, pada tahun 2009 produksi hutan alam tidak akan digu-
nakan lagi untuk industri pulp dan kertas, dan pada tahun
2014 untuk industi kayu gergajian, plywood dan lainnya.
Dengan demikian kelestarian hutan, kemakmuran rakyat,
dan meningkatnya peran industri kehutanan sebagai
penggerak perekonomian nasional dapat segera terwujud.
4. PENUTUP
• sebagai amanat penguasaan hutan oleh negara, peme-
rintah telah menunjuk dan/ atau menetapkan kawasan
hutan sebagai landasan pengelolaan hutan lestari. Dari
kawasan hutan yang telah ditunjuk, terdapat fungsi
kawasan hutan produksi yang dapat digunakan untuk
kegiatan pembangunan kehutanan, yang di dalamnya
juga terdapat hutan produksi yang dapat dikonversi
(HPK) sebagai wujud komitmen Departemen Kehu-
tanan untuk pembangunan non-Kehutanan.
• Departemen Kehutanan mengemban misi untuk
mengelola hutan secara lestari dan memberi manfaat
sebesar-besamya untuk kemakmuran rakyat. Untuk
meningkatkan kinerja pembangunan sektor kehutanan,
dilakukan revitalisasi peran dan posisi sektor kehutanan
melalui keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan
hutan secara lebih besar dan mengacu prinsip keles-
249

