Page 294 - Pembentukan Kebijakan Reforma Agraria, 2006-2007 Bunga Rampai Perdebatan
P. 294
Pembentukan Kebijakan Reforma Agraria 2006-2007
terkelola dengan sistem pengelolaan sumber daya alam yang
memungkinkan terjadinya kelestarian manfaat untuk saat
ini dan dimasa yang akan datang. Tersedia dan termanfa-
atkannya produk-produk jasa lingkungan seperti emisi kar-
bon, tata-air, lansekap, keanekaregaman hayati, energi pa-
sang surut, konvensi energi panas laut, ekosistem pulau-
pulau kecil, air bersih kaya nutrien dari laut dalam, dan
sebagainya.
Yang perlu digarisbawahi adalah bahwa program RPPK
bukan hanya program Pemerintah, tetapi juga merupakan
kerja bersama antara pemerintah pusat, daerah, petani/
asosiasi/ organisasi masyarakat, dunia usaha, akademisi dan
semua stake holder yang terlibat di bidang pertanian, peri-
kanan dan kehutanan.
3.4 Investasi Sektor Kehutanan
Hutan di lndonesia mempunyai peran yang strategis,
tidak hanya dalam menjaga keseimbangan ekosistem namun
juga dalam menggerakkan perekonomian baik di tingkat
nasional maupun wilayah. Bahkan sejak decade 1970-an,
sumberdaya hutan menjadi modal utama pembangunan
ekonomi nasional. Namun, seiak terjadinya krisis ekonomi
tahun 1998 hingga saat ini kondisi sumber daya hutan
semakin memprihatinkan. Sektor kehutanan mampu ber-
kontribusi dalam penerimaan devisa, penyerapan tenaga
kerja, maupun dalam pembangunan wilayah. Perolehan
devisa sebelum krisis ekonomi, bahkan sempat mencapai
US$ 22 miliar, namun menurun tajam pada periode 1997-
2003.
Untuk memberikan solusi atas permasalahan tersebut,
247

