Page 179 - MODUL PELATIHAN PPI DASAR (Uji Coba)docx
P. 179
kondisi organisasi dimana kode etiknya telah terinternalisasi dengan kuat pada individu,
sehingga penyelarasan dan pengendalian organisasi dapat dijalankan dengan baik.
Setiap individu dan organisasi perlu mencapai keutuhan pribadi, organisasi, pilar
dan bangsa, yang tercermin dalam implementasi nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan
seharihari termasuk pada saat melaksanakan tugas dan fungsinya dalam organisasi,
sehingga tujuan organisasi maupun pribadi tercapai dengan cara-cara yang
bermoral/berakhlak. Nilai yang dianut setiap individu yang terimplementasikan dalam
perilaku sehari-hari secara otomatis akan membentuk nilai-nilai organisasi/kelompok
masyarakat yang pada gilirannya akan berkontribusi dalam membangun nilai nasional.
Nilai nasional merupakan nilai luhur bangsa yang selalu disesuaikan dengan kebutuhan
situasi dan perkembangan zamannya. Nilai nasional tadi diwujudkan melalui kontribusi
nilai-nilai institusi secara proporsional sesuai tupoksi yang diamanahkan kepada
organisasi yang bersangkutan. Nilai-nilai institusi tadi terkristalisasikan ke dalam budaya
organisasi (corporate culture). Para tunas integritas tidak mendorong masyarakat dan
Kementerian Lembaga dan Organisasi Perangkat Daerah untuk membangun budaya
baru, atau mengambil budaya dari luar Indonesia, tetapi akan melakukan reframing
budaya yang ada, yaitu dengan tetap memelihara kebiasaannya atau perilaku otomatis
(sesuatu yang telah terbentuk dan menyatu kuat dalam diri).
Pendekatan apresiasi di atas menyebabkan para tunas integritas selain didorong
untuk memiliki keikhlasan dan kebijakan yang tinggi juga diharapkan memiliki kemampuan
untuk melakukan:
1. Re-framing kultur atau budaya, agar perubahan budaya dapat lebih mudah dan
cepat, serta tidak perlu energi besar, atau dengan istilah-istilah semacam “potong
generasi”, namun membuka kesempatan selebar-lebarnya untuk semua elemen
bangsa, baik generasi lalu, generasi yang sekarang maupun generasi yang akan
datang untuk menjadi garda terdepan dalam pemberantasan korupsi melalui re-
framing budaya.
2. Utilisasi fenomena perilaku otomatis bagi perubahan diri, keluarga, organisasi dan
bangsa, serta lebih jauh lagi dengan menciptakan peradaban yang lebih baik.
KPK bersama dengan para pakar telah melakukan identifikasi nilai-nilai dasar anti
korupsi, dan dihasilkan sebanyak 9 nilai anti korupsi sebagai berikut:
1. Jujur,
2. Peduli,
3. Mandiri,
4. Disiplin,
5. Tanggung jawab,
6. Kerja keras,
Modul Pelatihan PPI Dasar| RSUD Prambanan 92

