Page 180 - MODUL PELATIHAN PPI DASAR (Uji Coba)docx
P. 180

7.  Sederhana,
                       8.  Berani,

                       9.  Adil
                           Saat ini, setiap organisasi biasanya sudah menentukan nilai dasar organisasinya,
                   tentunya  nilai  anti  korupsi  diharapkan  masuk  didalamnya,  terutama  nilai  inti  anti

                   korupsinya yang telah anda identifikasi, lebih jauh lagi jika nilai organisasi selaras pula
                   dengan  nilai  anti  korupsi,  upaya  penyelarasan  nilai  tersebut  sangat  penting  untuk

                   memastikan  bahwa  para  pegawai  yang  mengusung  integritas  atau  anti  korupsi
                   mendapatkan  payung  yang  tepat  didalam  organisasinya.  Anda  dapat  bertanya  atau
                   mencari di website nilai organisasi instansi yang akan menjadi tempat Anda berkiprah jika

                   belum diajarkan pada sesi diklat lainnya.
                           Kelman (1958) dan Brigham (1991) menyebutkan adanya tiga proses sosial yang

                   berperan  dalam  proses  perubahan  sikap  dan  perilaku,  yaitu  kesediaan  (compliance),
                   identifikasi  (identification),  dan  internalisasi  (internalization).  Integritas  sebagai  suatu
                   proses  sosial  yang  ditujukan  untuk  mengatasi  korupsi  di  Indonesia,  dengan  demikian

                   salah satu upaya perubahannya dapat dilakukan melalui tiga proses perubahan sosial dari
                   Kelman dan Brigham tersebut.
                           Kesediaan  terhadap  integritas  (Integrity  Compliance)  adalah  ketika  individu

                   bersedia menerima pengaruh untuk berintegritas dari orang lain atau dari kelompok lain,
                   dikarenakan ia berharap untuk memperoleh reaksi atau tanggapan positif dari pihak lain
                   tersebut. Kesediaan semacam ini biasanya tidak berasal dari hati kecil atau hati nurani

                   seseorang, tetapi lebih merupakan cara untuk sekedar memperoleh reaksi positif seperti
                   pujian, dukungan, simpati dan semacamnya sambil menghindari hal-hal yang dianggap

                   negatif,  atau  sering  disebut  sebagai  pencitraan.  Perubahan  perilaku  terkait  integritas
                   dengan  proses  "kesediaan"  ini  tidak  akan  dapat  bertahan  lama  dan  biasanya  hanya
                   tampak selama tersedia reaksi positif dari perilaku integritas.

                           Namun  walaupun  demikian  proses  "kesediaan"  untuk  memperoleh  aksi  positif
                   tidak selalu berarti jelek, kadang hal tersebut diperlukan dalam pergaulan sosial, namun

                   akan  menjadi  tidak  tepat  ketiga  proses  perubahan  sosial  jenis  "kesediaan"  menjadi
                   orientasi dan mendapatkan prioritas tinggi dalam alokasi sumber daya dan energi.
                           Pada anak-anak dan orang berusia muda proses identifikasi tampak jelas, dengan
                   mudah  kita  dapat  mengamati  adanya  peniruan  sikap  dari  model  yang  diidolakannya.

                   identifikasi bukan selalu berarti meniru sikap positif yang serupa, akan tetapi dapat juga
                   berupa  pengambilan  sikap  yang  diperkirakan  akan  disetujui  oleh  pihak  lain.  Sebagai

                   contoh,  seorang  pekerja  menunjukkan  perilaku  berintegritas  sebagaimana  yang
                   diharapkan  oleh  pimpinan  atau  atasannya,  dan  menjalankan  nasihat  serta  saran







                                              Modul Pelatihan PPI Dasar| RSUD Prambanan  93
   175   176   177   178   179   180   181   182   183