Page 41 - Modul Smart Hospital
P. 41
memadaia pada craa struktur organisasi dan kapabilitas orang secara
dirancang. Di rumah sakit, di mana proses perawatan dan dukungan secara
fundamental dipikirkan secara berbeda, kemampuan staf klinis dan non-
klinis untuk mendukung model operasi baru ini dalam hal sistem
manajemen, tata kelola, dan kompetensi teknlogi perlu dipastikan.
Digitalisasi rumah sakit, dalam hal ini, harus dapat
mengintegrasikan sistem manajemen bangunan, tata udara, listrik dan asset
(peralatan medis dan layanan konsumen) untuk dapat menghasilkan
wawasan real-time berbasis data yang dapat membantu manajemen rumah
sakit dalam pengambilan keputusan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Tujuannya adalah untuk memberikan pengalaman terbaik dalam hal
keamanan, keselamatan dan kenyamanan bagi pasien dan keluarganya..
Untuk memperkuat infrastruktur operasional, sejak beberapa tahun terakhir
sektor rumah sakit juga sudah mulai mengarah pada penerapan teknologi
smart hospital. Ke depannya, digitalisasi ini akan semakin dibutuhkan di era
normal baru. Manajemen rumah sakit perlu memetakan strategi digitalnya
dengan lebih komprehensif untuk dapat memaksimalkan keamanan,
efisiensi operasional dan menciptakan pengalaman terbaik bagi pasien dan
keluarganya.
Dalam perencanaan digitalisasi infrastruktur, manajemen rumah
sakit harus memiliki perencanaan mekanikal dan elektrikal yang
terintegrasi. “Memastikan suplai listrik yang memadai 24/7 tanpa adanya
gangguan, pengaturan sistem tata udara yang baik, perencanaan
pemeliharaan berkala terhadap sarana dan prasarana rumah sakit, serta
jaminan keselamatan pasien dari bahaya listrik dan kebakaran merupakan
tujuan utama dalam digitalisasi infrastruktur rumah sakit.
Hal ini hanya dapat dilakukan dengan mengintegrasikan seluruh
sistem tersebut sehingga dapat menciptakan satu data lake yang dapat
dianalisa secara menyeluruh dan melakukan langkah-langkah preventif
untuk mencegah terjadinya kegagalan yang berdampak terhadap keamanan
dan keselamatan pasien dan tenaga medis.
31