Page 54 - Modul Smart Hospital
P. 54
integrasi data ke setiap rumah sakit di seluruh Indonesia. Pekerjaan
ini akan menimbulkan biaya dan waktu yang sangat besar. Karena
isu inilah, konsep data sharing antar RS dalam skala daerah maupun
nasional juga menjadi tantangan tersendiri.
3. Teknologi IT yang outdated dan kurang terintegrasi
Karena kurangnya standarisasi dokumentasi dan business
process antar fasilitas kesehatan, implementasi sistem IT seringkali
bekerja sendiri-sendiri (working in silos) dan kurang terintegrasi
dengan sistem lainnya. Banyak juga rumah sakit yang terlanjur
bergantung pada teknologi yang ketinggalan zaman (outdated)
sehingga sulit diperbarui untuk memenuhi espektasi pasien yang
ingin mengakses informasi secara cepat terutama melalui
smartphone
4. Kultur organisasi dan birokrasi serta tata kelola yang masih bersifat
tradisional
Seperti halnya industri lain, tantangan terbesar dari
transformasi digital adalah kultur organisasi dan birokrasi yang
menghambat dilakukannya perubahan menuju tata kelola yg lebih
baik. Salah satu kesulitan terbesar adalah proses manajemen
pengetahuan, edukasi dan implementasi yang membutuhkan
komitmen dari dewan direksi sampai dengan staf/ karyawan,
termasuk penyedia jasa pelayanan seperti dokter dan perawat. Hal
ini membutuhkan strategi perubahan manajemen yang tepat dan
secara berkala harus terus menerus dievaluasi.
5. Regulasi atau aturan dari pemerintah belum ditetapkan dan
seringkali mengalami perubahan
Industri kesehatan adalah salah satu industri yang sangat
bergantung terhadap regulasi pemerintah (highly regulated). Namun
pemerintah butuh mengejar ketertinggalan dalam menciptakan
ketentuan hukum yang dapat mengakomodir inovasi di bidang
teknologi kesehatan dan memberikan kepastian pada para pelaku
untuk dapat melindungi penggunanya. Pada saat ini, untuk hal yang
44