Page 2 - Khotbah IK 12-03-25 Matius 3-16-17
P. 2
ia juga menyampaikan bahwa kehadiran Yesus Kristus jauh lebih tegas dari
apa yang ia sampaikan. Ia menyebut bahwa alat penampi (ay.12) untuk
membedakan yang baik dan yang buruk sudah di tangan sang agung itu.
Dengan kata lain Yohanes mau menyebut bahwa pribadi besar yang akan
datang akan membedakan dan menelanjangi kemunafikan-kemunafikan
yang ada saat ini.
Di saat sedang memperkenalkan dan mengagungkan Yesus Kristus, Yohanes
tiba-tiba melihat “Pribadi itu” datang. Silakan bayangkan situasi yang terjadi
saat itu. Sayang sekali injil Matius tidak menggambarkan dengan rinci kondisi
saat peristiwa itu terjadi. Namun kita dapat membayangkan keterkejutan
Yohanes. Kaget mungkin, namun juga bahasa tubuh yang membungkuk atau
menghormat tanda menyambut Yesus Kristus yang tadi dia sedang agungkan
dan bicarakan.
Rasa terkejut Yohanes belum hilang ketika Tuhan Yesus datang dan meminta
Yohanes untuk membaptis diriNya. Baptisan Yohanes adalah tanda
pertobatan, yang menunjukkan bahwa orang bersedia untuk mengubah
hidupnya yang kotor menjadi bersih (bd.Kisah 2:38). Itulah sebabnya sambil
terkejut Yohanes menolak untuk membaptis Yesus Kristus (ay.14) sebab, ia
tahu bahwa Yesus Kristus adalah pribadi yang benar, bahkan Ia adalah Allah
yang jadi manusia (lih Yoh.1:1,14).
Menjadi manusia tidak sama dengan menyamar sebagai manusia. Allah yang
menjadi manusia itu berarti allah yang merendahkan dirinya dari kedudukan
nya tinggi menuju pada kerendahan, termasuk hidup manusia dalam dosa.
Tanggapan Tuhan Yesus pada ay.15. membuktikan hal itu. Semua harus
digenapi, yakni Allah harus menjadi manusia, setara dengan manusia dan
merasakan kerapuhan di dalam dosa.
Peristiwa pada ay 16-17, yakni Tuhan Yesus dibaptis dan sesudah itu nampak
Roh Allah seperti burung merpati dan suara dari langit yang berkata: “inilah
anakku yang kukasihi kepadanya lah aku berkenan”, sering dianggap,
sebagai isapan jempol belaka yang dikarang-karang. Sebab siapa yang
mendengar perkataan itu? Matius tidak mungkin mendengar karena itu
perkataan surgawi, dan Matius tidak menyaksikan sendiri peristiwa itu.
Apakah peristiwa itu hanya karangan penulis injil Matius? Ddakah saksi mata
yang mendengar bahwa allah berbicara dan menunjuk Yesus sebagai “Anak
yang Kukasih? Pernyataan bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah, seakan