Page 3 - MODUL 3
P. 3

Modul Matematika Wajib Kelas 11 Semester 1


            3.  Rotasi
                   Rotasi (perputaran)  pada bidang geometri ditentukan oleh titik pusat, besar sudut, dan arah
                sudut  rotasi.  Suatu  rotasi  dikatakan  memiliki  arah  positif,  jika  rotasi  itu  ber-lawanan  arah
                dengan arah putaran
                   jarum jam.  Sedangkan rotasi di-katakan memilki arah negatif, jika rotasi itu searah dengan
                arah putaran jarum jam.

                   Rotasi terhadap Titik Pusat O(0, 0)

                     Jika titik P(x , y) diputar sebesar α radian  berlawanan arah dengan arah putaran jarum jam
                  terhadap titik pusat O  diperoleh bayangan P’(x’ ,y’),
                  maka :      'x  = cos  α − sin α
                                      y
                               x
                                       ' = sin α + cos α
                               x
                            y
                                      y

                   Rotasi terhadap Titik Pusat A  (a , b)
                   Jika titik P(x , y) diputar sebesar α radian berlawanan arah dengan arah putaran jarum jam
                   terhadap titik pusat A(a , b) dan diperoleh bayangan
                      P’(x’ , y’), maka :
                                    −' ax  = (x − ) cos  α  − (y − ) sin α
                                    a
                                                b
                            −
                          y
                                    ' b  = (x − ) sin  α  + (y − ) cos α
                                                b
                                    a
                 No   Transformasi   Pemetaan        Matriks
                 1   Rotasi terhadap   (x ,  ) y →  (−  , y  ) x    0  −   1 
                                                     
                     titik asal O(0, 0)
                                                           
                                                     
                           π                          1  0  
                     sebesar  2
                 2   Rotasi terhadap   (x ,  ) y →  (−  , y −  ) x     0  −   1 
                                                     
                     titik asal O(0, 0)                −1  0   
                             π
                     sebesar  −  2
                 3   Rotasi terhadap   (x ,  ) y →  (−  , x −  ) y    −1  0  
                     titk asal O(0, 0)                  0  −     1
                 4   sebesar  π     (x ,  ) y → (−  , x −  ) y    cos α  − sin α 
                     Rotasi terhadap
                     titik asal O(0, 0)   ' x  = cos  α  − y sin α       sin  α  cos α    
                                       x
                     sebesar  α      ' y  = sin α  + cos α
                                       x
                                             y



            4.  Dilatasi
                   Dilatasi (perbesaran atau perkalian)
                   adalah  suatu  transformasi  yang  mengubah  ukuran  (memperbesar  atau  memperkecil  suatu
                bangun, tetapi tidak mengubah bentuk bangun yang bersangkutan.  Dilatasi ditentukan oleh
                titik pusat dan faktor  skala dilatasi.  Dilatasi yang berpusat di titik asal O dan di titik sebarang
                P(x , y) dengan masing – masing faktor skala k  dilambangkan berturut – turut dengan [O  , k] dan
                [P, k].

                   Dilatasi terhadap Titik Pusat O  (0, 0)




                                                                                                          3
   1   2   3   4   5   6