Page 39 - Evam Bhavatu
P. 39
Aku membuka mata dengan wajah terengah engah. Aku
berusaha menghirup udara sebanyak mungkin. Aku melihat
sekeliling dan melihat ada Quirino, Roseiu dan dokter yang
sama dengan terakhir kali.
“Nyonya, hiks...” Ucap Roseiu memegang tanganku
“Sembuhkan dia! Berapapun bayarannya” ancam Quirino sambil
memegang kerah sang dokter itu
Aku pun berusaha memanggil Roseiu yang sedang menangis
disebelah-Ku. Roseiu disebelah-Ku sadar akan pergerakan
tangan ku dan membantuku bangun. Quirino kaget dan
langsung menghampiriku
“Karena duchess sudah bangun. Saya akan mengatakan kondisi
duchess” ucap dokter yang berada di depan ku
“Duchess mengalami luka pada kakinya. Hingga kakinya patah
dan tidak bisa berjalan selama beberapa waktu. Dan lehernya
mengalami cedera hingga duchess akan bisu untuk beberapa
waktu. Dan… Maaf. Saya tidak bisa menyelamatkan bayi yang
mulia duchess karena perut yang mulia duchess yang
menembus kayu yang berada di bawah”
“Bayi?” Teriak Quirino. Aku pun juga kaget
“iya. Duchess hamil dan melihat situasi saat ini. Sepertinya usia
kandungannya sangat muda sehingga masih sangat lemah.
Demikian kabar yang ingin saya katakan. Saya izin undur diri.
Jika ada apa apa anda bisa menyalakan bel di samping kasur”
ucap dokter itu dan pergi. Disusul Roseiu yang juga pergi
Evam Bhavatu 35