Page 37 - BMH JATIM-MAJALAH MULIA EDISI FEBRUARI 2022 VERSI ONLINE
P. 37
Netraku membelalak, aku me-
nelan saliva dengan getir. Negative
film itu pasti rusak total.
“Kakak, bukan begitu maksud-
nya!” pekikku dengan suara
meninggi.
“Ummi bilang dicuci, jadi aku
cuci miiii….” Putriku membela diri.
Ku tarik nafas dalam-dalam
lalu menghempaskannya sepelan
mung kin. Lalu kembali duduk agar
bisa lebih tenang.
***
Putriku benar. Kesalahannya
adalah aku tidak menyampaikan in-
formasi secara benar dan tuntas.
Aku berbicara dengan anak umur
4 tahun seolah ia bisa menangkap
maksud “cuci foto” (maksudnya
di studio). Ini jelas-jelas perbuatan
bodoh.
Astaghfirullah!! Aku beristighfar
berulang kali. Aku menyadari se-
bagai orang tua terlalu dhaif, ku-
rang ilmu dalam mendidik.
Sejak itu aku selalu berhati-hati
menyampaikan informasi dan in-
struksi. Melakukan misinformation
atau menyampaikan instruksi atau
informasi yang tidak tuntas dan ak- fitrah itu akan melenceng dari jalan
urat sangat sering kita lakukan. kebenaran.
Apalagi dalam kondisi sibuk atau Betapa seringnya kita meng-
sedang berkonsentrasi dengan se- gelincirkan anak-anak karena ke-
suatu. Atau fikiran sedang tidak bodohan. Menyampaikan informa-
bersama anak-anak yang sedang si yang tidak tuntas karena kesibu-
membangun komunikasi, akhirnya kan-kesibukan ayah-ibunya, mem-
kita menjawab seadanya agar mer- bunuh rasa ingin tahunya dengan
eka segera diam, tapi bukan mem- kemarahan tak beralasan.
berinya ilmu. Akibatnya mereka tumbuh men-
Padahal ketrampilan dan infor- jadi anak-anak yang passif dan ta-
masi penting bagi kehidupan anak. kut salah. Hari ini aku bertambah
Selama kedua orang tuanya ber- ilmu, bahwa mendidik anak adalah
laku lurus maka luruslah fitrah ke- belajar sepanjang hayat. Wallahu
baikan itu, tetapi jika salah maka a’lam.*
Jumadil Akhir 1443/Februari 2021 | MULIA 33

