Page 30 - PAI SMP Kelas IX
P. 30
Anak-anakku, apabila kalian telah memiliki ilmu maka teruslah
mengamalkan ilmu yang kalian miliki. Jika seseorang dapat memanfaatkan
ilmu dengan sebaik-baiknya maka pahala akan terus mengalir, meskipun
telah meninggal dunia. Teruslah berupaya mengajarkannya kepada orang lain,
sebab hal itu merupakan sedekah yang paling utama yang dapat menghapus
dosa dan Allah Swt. akan memberikan naungan-Nya di hari akhir.
Sebagaimana yang dijelaskan dalam buku yang berjudul, Islam Disiplin
Ilmu oleh Amrah Husma, disebutkan bahwa terdapat banyak keutamaan
bagi orang-orang yang berilmu, di antaranya ialah sebagai berikut.
1. Orang yang berilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah Swt.
2. Orang berilmu dapat menjadikan ilmu sebagai sarana untuk men-
dekatkan diri dan takut kepada Allah Swt.
3. Pahala orang yang berilmu sama dengan jihad fī sabīlillāh.
4. Orang berilmu akan dimudahkan jalannya menuju surga oleh Allah Swt.
5. Orang berilmu lebih mulia dari ahli ibadah karena membuka pikiran
orang-orang di sekitarnya dan mengajarkan ilmu pengetahuan.
6. Orang berilmu akan dimohonkan ampunan oleh penduduk langit dan
bumi.
Demikianlah, betapa banyak keutamaan yang akan diperoleh oleh
Sumber: https://bit.ly/3MmklOO
orang yang mencari ilmu. Oleh karena itu, seorang pelajar sebaiknya
Gambar 1.4 Orang berilmu akan menjadikan
ilmu sebagai sarana untuk mendekatkan bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu. Kesungguhan
diri dan takut kepada Allah Swt. dalam belajar harus dilakukan secara terus-menerus dan dilandasi de ngan
komitmen yang kuat. Allah Swt. berjanji, apabila sesuatu dikerjakan secara
sungguh-sungguh maka Dia akan memberikan keberhasilan. Semoga
Khazanah kalian termasuk orang yang bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu.
Perjalanan Imam Syafii dalam Mencari Ilmu
Ketika berguru di Kota Mekah Imam Syafii diperintahkan menyerap ilmu di Irak, Imam Syafii belum ingin pulang ka-
oleh gurunya, "Wahai Syafii pergilah engkau ke Madinah rena belum ada panggilan dari ibundanya. Saat berada di
untuk berguru lagi karena sesungguhnya ilmuku sudah Irak Imam Syafii berkembang menjadi murid yang terkenal
habis, semuanya sudah kuajarkan padamu." Imam Syafii sangat pintar dan cerdas sehingga dalam waktu singkat
pun, menuruti perintah sang guru dan beliau segera ber- ia sudah diminta untuk mengajar. Tak butuh waktu lama,
pamitan dengan sang ibu. Berkatalah sang ibu, "Pergilah ribuan murid pun, berbondong-bondong datang untuk
engkau mencari ilmu di jalan Allah, kita akan bertemu berguru padanya hingga ia pun menjadi ulama besar yang
nanti di akhirat." Imam Syafii pun, berangkat ke Madinah terkenal di seluruh penjuru Irak hingga Hijaz.
mencari guru untuk mengajarkannya ilmu. Ibundanya Imam Syafii, pada setiap tahunnya juga
Beliau berguru kepada Imam Malik ketika di Madinah. melakukan ibadah haji. Pada kesempatan tahun itu pun,
Tak butuh waktu lama, Imam Syafii langsung menyerap sang ibu melaksanakan ibadah haji. Pada saat itu, sang
ilmu yang diajarkan Imam Malik sehingga semua orang ibu mengikuti kajian dari salah seorang ulama yang mana
terkagum-kagum dibuatnya. Termasuk sang guru yang pada sang ulama tersebut sering mengucapkan nama Imam
saat itu merupakan ulama tertinggi di Madinah, Imam Syafii Syafii. Mendengar ulama tersebut sering mengucapkan
pun menjadi murid kesayangan Imam Malik. nama sang anak. Setelah pengajian, sang ibu pun men-
Imam Syafii kemudian mengembara ke Irak dan me- jumpai ulama tersebut. Sang ibu bertanya kepada sang
nimba ilmu di sana, beliau berguru kepada murid-muridnya ulama, “Wahai syekh siapakah itu Muhammad bin Idris
Imam Abu Hanifah atau Imam Hanafi. Meski sudah banyak asy-Syafii?” Sang ulama pun menjawab bahwa Imam Safii
adalah gurunya ketika ia belajar di Irak.
14 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas IX