Page 31 - PAI SMP Kelas IX
P. 31
Kemudian, sang ibu dengan penasaran menanyakan Sesampainya di Kota Mekah, sang imam pun meme-
lagi kepada sang ulama bahwa Muhammad bin Idris asy- rintahkan sang murid untuk memberitahukan sang ibu
Syafii yang mana yang dimaksud. Ulama tersebut pun bahwa anaknya telah berada di pinggir Kota Mekah. Sang
menjawab bahwa ia merupakan ulama besar yang berasal ibu bertanya tentang sesuatu yang dibawa sang imam.
dari Kota Mekah. Sang Ibu pun, terkejut mengetahui bahwa Sang murid pun menjawab dengan bangga bahwa sang
guru ulama tersebut merupakan anaknya. Kemudian, sang imam membawa ratusan ekor unta dan harta lainnya.
ulama menyampaikan kepada ibunya Imam Syafii bahwa Mendengar hal itu, sang ibu pun sangat marah dan ia tidak
ia ingin berpesan apa kepada sang anak. Sang ibu pun memperbolehkan sang anak untuk pulang.
menjawab bahwa ia telah memperbolehkan sang anak Sang murid pergi dengan rasa bersalahnya, kemudian
untuk pulang ke rumahnya. kembali menjumpai sang guru dan menyampaikan bahwa
Sesampainya ulama tersebut di Irak, ia langsung sang ibu marah dan tidak memperbolehkannya pulang.
me nyampaikan pesan tersebut kepada sang guru. Imam Mendengar berita itu, sang imam sangat ketakutan dan
Syafii yang mendengar kabar tersebut, langsung bergegas menyuruh sang murid untuk mengumpulkan seluruh
untuk pulang ke Mekah. Mendengar kabar tersebut, sang orang-orang miskin di Kota Mekah, kemudian ia memberi-
imam ingin pulang, penduduk Irak sangat sedih, namun kan seluruh harta yang ia bawa hingga yang tersisa hanya
mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Ketika sang imam ingin kitab-kitab dan ilmunya. Kemudian, sang imam memerin-
pulang, masyarakat dan sang murid pun, telah menyiapkan tahkan sang murid untuk memberitahu sang ibu tentang
bekal kepada sang imam. Sang imam telah menjadi ulama hal ini, setelah mendengar kabar tersebut, sang ibu pun
besar di Irak, ia pun menerima bekal yang sangat banyak, memperbolehkan sang imam untuk pulang.
ratusan ekor unta telah diterimanya dari masyarakat dan Sumber: Muhammad Razi dalam bukunya yang berjudul,
muridnya di sana. “50 Ilmuwan Muslim Populer” (Jakarta: Qultum Media, 2006)
Tokoh Ibnu Sina
Ibnu Sina lahir pada masa keemasan peradaban Islam sehingga disebut sebagai tokoh Islam
dunia. Nama lengkap Ibnu Sina adalah Abu 'Ali al-Husain bin 'Abdullah bin Sina. Ia lahir
pada masa keemasan peradaban Islam, sehingga disebut sebagai tokoh Islam dunia.
Nama lengkap Ibnu Sina adalah Abu 'Ali al-Husain bin 'Abdullah bin Sina. Ibnu Sina la-
hir tahun 980 M di daerah Afsyahnah dekat Bukhara, yang sekarang berganti menjadi
Uzbekistan (kemudian Persia). Ibnu Sina akrab dengan sebuah diskusi ilmiah, terutama
diskusi ilmiah yang disampaikan oleh ayahnya. Orang tuanya adalah pejabat tinggi di
pemerintahan Dinasti Saman.
Ia dibesarkan di Bukharaja dan belajar filsafat, serta ilmu-ilmu agama Islam. Ibnu
Sina lahir pada masa keemasan peradaban Islam. Saat itu, para ilmuwan muslim banyak
mengeluarkan karya berupa terjemahan teks-teks ilmiah dari Yunani, Persia, dan India.
Teks yang dibuat Ibnu Sina dengan bahasa Yunani dari zaman Plato hingga Aristoteles telah
banyak dikembangkan sekaligus diterjemahkan para ilmuwan besar Islam. Sumber: https://bit.ly/46j5g7x
Ibnu Sina adalah ilmuwan muslim di masa Dinasti Samanid yang sangat berdedikasi terhadap dunia
kedokteran dan kesehatan. Salah satu karyanya yang fenomenal dalam bidang kedokteran Islam adalah Kitab
Al-Qānūn fi aṭ-Ṭibb. Buku-buku yang mengkaji prinsip-prinsip umum kedokteran, pengobatan, dan jenis
penyakit telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin sejak abad ke-12. Ibnu Sina juga menguasai berbagai hal
di antaranya logika, fisika, musik, sastra, psikologi, politik, dan filsafat.
Selain The Canon of Medicine, ada buku lain karya Ibnu Sina yang tak kalah saktinya, yaitu Asy-Syifā. Buku
tersebut tentang cara pengobatan. Buku dalam dunia ilmu kedokteran ini menjadi semacam ensiklopedia
filsafat dunia kedokteran. Buku ini juga dikenal dalam bahasa Latin sebagai ‘Sanatio’.
Ibnu Sina adalah filsafat Islam besar yang membuat suatu sistem filsafat dengan rinci dan lengkap di
mana lebih mendominasi tradisi filsafat muslim. Selama hidupnya, Ibnu Sina menghabiskan waktunya untuk
menulis dan urusan negara. Ibnu Sina wafat pada usia 58 tahun (428 H/1037 M) di makamkan di Hamazan.
Ibnu Sina adalah contoh peradaban besar Iran pada masanya.
Sumber: https://bit.ly/3MiP0wG dengan pengubahan seperlunya
Bab I Keutamaan Mencari Ilmu 15