Al-Haitami mengatakan,
“Dzahir pendapat ulama Syafiiah
bahwa jika seseorang meniatkan
satu kambing untuk kurban
sekaligus akikah. Maka tidak
bisa mendapatkan salah
satunya. Dan ini yang lebih kuat.
Karena masing-masing
merupakan ibadah tersendiri.”
(Tuhfatul Muhtaj)