Page 9 - PENGANTAR PEMAHAMAN KONSEPSI DASAR SEKITAR HAKI
P. 9

vii



                     Universitas Gadjah Mada pula yang mendorong percepatan
                     langkah  penulisan buku  ini.  Selama membantu  pengajaran  di
                     program pendidikan pasca di bidang ilmu hukum Bisnis, penulis
                     mendapati ternyata tidak semua mahasiswa pasca, yang sarjana

                     hukum sekalipun, pernah mengambil  mata pelajaran  HAKI
                     selama pendidikan S1 mereka. Diantara yang pernah berkenalan
                     dengan  HAKI, kebanyakan  mendapatkannya  ketika mengikuti
                     perkuliahan salah satu jenis diantara rumpun HAKI, atau ketika
                     disinggung sebagai bagian dalam perkuliahan hukum Dagang.
                     Kelompok yang terakhir itupun tampaknya juga belum memiliki
                     gambaran yang utuh tentang rumpun dan sistem HAKI. Kesan
                     lainnya, malahan belum memiliki pemahaman yang semestinya
                     tentang  filosofi  dan  prinsip-prinsip  yang  mendasari  HAKI  itu
                     sendiri. Dalam ruang perkuliahan HAKI pula penulis memper­
                     oleh kenyataan  bahwa mahasiswa pasca yang berasal dari
                     disiplin teknik, komputer, farmasi, pertanian, peternakan, biologi,
                     kedokteran (umum/gigi/hewan), ekonomi, fisipol, ataupun prodi
                     budaya, bahkan belum pernah bersinggungan dengan perkuli­

                     ahan HAKI selama pendidikan S1 mereka.
                         Dari wawancara dengan para mahasiswa yang sarjana hukum
                     itu pula penulis memperoleh gambaran yang agak jelas tentang
                     peta pengajaran HAKI di Indonesia. Belum semua fakultas hukum
                     dapat memberikan pengajaran HAKI secara terstruktur dan apalagi
                     lengkap, kecuali jenis HAKI yang telah lazim dikenal “secara tradi­
                     sional” seperti Hak Cipta, Merek dan Paten. Pengajarannya juga
                     lebih bersifat melompat ke pengenalan  prinsip­prinsip dalam
                     pengaturan  undang­undang  yang mengaturnya.  Beberapa
                     fakultas hukum memang sudah ada yang menyinggung materi
                     beberapa jenis HAKI, namun juga belum dapat mendalam, apalagi
                     dalam jenis­jenis yang lebih baru seperti Desain Produk Industri,

                     Rahasia Dagang, dan atau Indikasi Geografis. Sedangkan bebe­
   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14