Page 20 - E-MODUL IPA TERPADU
P. 20
dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan menjadi konduktor
elektrik. Karena elektrolit baterai berupa serbuk, baterai juga
sering disebut elemen kering. Pada bungkus baterai biasanya
tertulis 1,5 V, artinya baterai tersebut memiliki tegangan listrik
1,5 volt. Baterai dapat mengubah energi kimia menjadi energi listrik.
3. Aki (Akumulator)
Aki disebut juga elemen basah karena elektrolitnya berupa zat
cair(asam sulfat). Aki temasuk sel sekunder, karena selain
menghasilkan arus listrik, aki juga dapat diisi arus listrik
kembali. Bagian dalam aki terdiri dari lempengan timbal dan
timbal peroksida yang dicelupkan ke dalam larutan asam
sulfat.
Lempengan timbal tersebut terdiri dari pelat Positif dan pelat Negatif, untuk pelat
Positif dibuat dari Timbal Peroksida, Sedangkan pelat Negatif hanya dibuat dari
logam timbal. Antara pelat positif dan pelat negetif diberi pemisah supaya tidak
bersinggungan yang dapat mengakibatkan hubungan arus pendek. Timbal dan timbal
peroksida ini bereaksi dengan asam sulfat, hasil reaksi
kimia tersebut menghasilkan listrik. Pada Aki terjadi
perubahan energi kimia menjadi energi listrik.
Aki disebut juga dengan elemen basah karena berisi zat
kimia berupa cairan. Jika Aki digunakan terlalu lama, maka
energi listrik pada Aki akan habis. Agar dapat digunakan
kembali, Aki harus diberi energi listrik.
4. Dinamo
Dinamo dapat mengubah energi mekanik (gerak) menjadi
energi listrik. Contoh pada sepeda, Dinamo sepeda
memiliki bagian yang terdiri dari magnet berbentuk
tabung, dan sebuah kumparan kawat. Dinamo dipasang
dekat roda depan sepeda. Ketika sepeda dijalankan,

